Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Melonjak Dahsyat, Sepekan Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Capai 534 Orang

×

Melonjak Dahsyat, Sepekan Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Capai 534 Orang

Sebarkan artikel ini

Foto ilustrasi (Net)

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor mengalami lonjakan cukup dahsyat, dari data Dinkes Kota Bogor dalam sepekan jumlah warga yang positif terpapar Corona tembus diangka 534 orang.

Situasi tersebut membuat Kota Bogor terancam kembali memasuki status zona merah. Karena, pada Kamis (17/06/21) kasus positif mencapai 204 orang dalam sehari.

Kasus saat merupakan rekor baru, karena merupakan angka tertinggi
selama Pandemi yang melanda sejak Maret 2020 lalu. Sebelumnya, pada Februari 2021 angka kasus positif sempat menembus 182 orang dalam satu hari.

Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Bogor, Bima Arya menegaskan, bahwa situasi Kota Bogor harus segera disikapi secara serius. Mengambil langkah-langkah cepat dan tepat, supaya penyebaran virus bisa dikendalikan.

Terlebih kata Bima, saat ini ketersediaan tempat tidur rumah sakit atau Bed Occupancy Ratio (BOR) telah menembus 60 persen atau sudah melebihi ambas batas yang ditetapkan WHO.

“Atas dasar itu, kami sudah menyiapkan beberapa langkah untuk dilakukan. Tambahan 204 kasus positif ini adalah yang tertinggi sejak pandemi Covid-19 berlangsung,” ujar Bima kemarin.

Untuk itu, dirinya meminta agar seluruh masyarakat Kota Bogor tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan menghindari kerumunan dengan tidak melaksanakan aktifitas yang melibatkan lebih dari 10 orang.

“Bagi yang melanggar akan kami tindak tegas. Untuk warga yang telah merencanakan membuat kegiatan yang melibatkan lebih dari 10 orang silahkan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19,” jelasnya.

Selain itu, kata Bima, seluruh kegiatan operasional restoran, cafe dan pertokoan harus tutup pada pukul 21.00 WIB. Begitupun dengan jam operasional pasar tradisional. “Nanti teknisya akan diumumkan oleh Perumda Pasar Pakuan Jaya,” ujar dia.

Seperti diketahui, dalam sebulan belakangan muncul tiga kluster besar antaralain, kluster Perumahan Griya Melati dengan jumlah positif mencapai 96 orang,

Selain itu, lalu kluster Ponpes Tahfizh Quran Bina Madani dengan jumlah positif 65 orang dan kluster Puskesmas Mekarwangi dengan jumlah positif 11 orang sehingga dua pusekesmas yakni Pustu Mekarwangi dan Puskesmas Cibadak ditutup secara total.

Ketua Satgas Ponpes Bina Madani, Agustian Syah menuturkan, untuk menekan angka penularan virus pihaknya melakukan perkuatan kedisiplinan para santri di pondok pesantren.

Menurutnya, penanganan Covid-19 di Ponpes cukup berbeda dengan Perumahan Griya Melati. Karena, para santri dan santriwati cukup sulit untuk menjaga kedisiplinan, lantaran masih suka berpindah-pindah dari asrama satu ke lainnya.

“Kita lakukan patroli dua kali dalam sehari di Ponpes untuk mengingatkan para santri agar disiplin,” kata Demak sapaan akrabnya, Senin (21/06/21).

Dia juga berharap pengurus pondok agar tegas kepada santri. Diakui dia, sejauh ini mereka juga kooperatif bersama Satgas sehingga angka sembuh semakin bertambah.

Kepala Satpol PP Kota Bogor itu juga mengatakan, pihaknya juga rutin melakukan penyemprotan disinfektan, melarang tamu masuk ke lingkungan Ponpes hingga meniadakan sementara kegiatan ibadah berjamaah.

“Intinya, semua kegiatan di pusatkan di asrama masing-masing. Kita juga maksimalkan semua potensi yang dimiliki sampai Ponpes zero kasus seperti di Griya Melati,” tandasnya.

Sementara itu Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, sampai dengan 20 Juni 2021, jumlah santri yang sembuh ada 49 orang. Mereka saat ini sudah kembali ke Ponpes lagi.

Sementara, menurut Dedie, jumlah santri dan santriwati yang masih terpapar Covid-19 berjumlah 44 orang. Dengan rincian, sebanyak 36 orang melakukan perawatan di BPKP Ciawi, Kabupaten Bogor.

Lalu, dua orang menjalani perawatan di Rumah Sakit dan enam orang melakukan isolasi mandiri (Isoman) di kediamannya masing-masing.

“Semoga jumlah pasien sembuh terus bertambah hingga Ponpes Bina Madani bisa zero kasus seperti di Perumahan Griya Melati,” tandasnya.

Dia juga berharap pengurus pondok agar tegas kepada santri. Diakui dia, sejauh ini mereka juga kooperatif bersama Satgas sehingga angka sembuh semakin bertambah.

Kepala Satpol PP Kota Bogor itu juga mengatakan, pihaknya juga rutin melakukan penyemprotan disinfektan, melarang tamu masuk ke lingkungan Ponpes hingga meniadakan sementara kegiatan ibadah berjamaah.

“Intinya, semua kegiatan di pusatkan di asrama masing-masing. Kita juga maksimalkan semua potensi yang dimiliki sampai Ponpes zero kasus seperti di Griya Melati,” tandasnya.

Sementara itu Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, sampai dengan 20 Juni 2021, jumlah santri yang sembuh ada 49 orang. Mereka saat ini sudah kembali ke Ponpes lagi.

Sementara, menurut Dedie, jumlah santri dan santriwati yang masih terpapar Covid-19 berjumlah 44 orang. Dengan rincian, sebanyak 36 orang melakukan perawatan di BPKP Ciawi, Kabupaten Bogor.

Lalu, dua orang menjalani perawatan di Rumah Sakit dan enam orang melakukan isolasi mandiri (Isoman) di kediamannya masing-masing.

“Semoga jumlah pasien sembuh terus bertambah hingga Ponpes Bina Madani bisa zero kasus seperti di Perumahan Griya Melati,” tandasnya.

 

 

 

 

 

(As/Bing)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *