Cigudeg, BogorUpdate.com
Kurangnya tingkat kesadaran masyarakat menjadi salah satu kendala minimnya capaian target sasaran program vaksinasi COVID-19 di Wilayah Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, disamping letak geografis sebagian desa yang sangat jauh juga menjadi kendala bagi masyarakat untuk melakukan vaksinasi difasilitas kesehatan.
Camat Cigudeg Pardi menjelasakan, sasaran vaksinasi diwilayah Kecamatan Cigudeg untuk lansia dan di atas usia 18 tahun tergolong lambat. Kendala nya tingkat kesadaran masyarakat dan sosialisasi yang dilakukan oleh tokoh agama atau MUI masih minim.
“Total sasaran vaksinasi masyarakat kususnya lansia masih rendah, makanya semua Kades dan Kepala Puskesmas yang ada diwilayah Kecamatan Cigudeg kami panggil untuk segera melakukan rapat evaluasi terkait capaian target vaksinasi disetiap desa,” jelasnya kepada wartawan selasa (22/6/21).
Lanjut Pardi mengatakan, kurang nya kesadaran masyarakat diakibatkan adanya sebagian kekhawatiran untuk di vaksin padahal vaksin COVID-19 semata menambah daya tahan tubuh melawan COVID-19.
“Selain itu jauhnya jarak tempuh di 15 desa ada sebagian juga menjadi salah satu kendala masyarakat mendatangi Puskesmas untuk vaksinasi,” katanya.
Oleh karena itu, langkah efektif yang akan petugas ambil yakni dengan sistem jemput bola dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar target sasaran vakasinasi lebih maksimal capaian nya.
“Jumlah sasaran Puskesmas Cigudeg 3.028, baru 124 yang sudah vaksin sementara untuk data tabulasi laporan dari Puskesmas Lebakwangi belum diterima cakupan sasaran nya.Ini menandakan minim nya tingkat kesadaran masyarakat terkait program vaksinasi,” terangnya.
Saya menghimbau agar masyarakat dapat datang ke puskesmas di daerahnya masing – masing untuk mendukung suskesnya program vaksinasi COVID-19.
Karna tingkat kordinasi dan pergerakan Puskesmas sudah bagus dengan cara jemput bola ke setiap desa, namun tetap saja tingkat kesadaran masyarakat saat ini masih kurang merespon terkait program vaksinasi yang dilakukan oleh tim kesehatan.
“Saya berharap upaya percepatan ini penting dilakukan karena cakupan vaksinasi untuk lansia dan masyarakat di disetiap desa masih rendah,” ujarnya.
Untuk itu, Pardi meminta masyarakat tidak perlu lagi ragu menerima vaksin. Saat ini, vaksinasi telah memasuki tahap 4 bagi lansia dan pekerja publik, agar tidak ada lagi kluster baru dikeluarga yang posif Covid – 19. Untuk itu masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi prokes,” pintanya.
Sementara itu Kepala Puskesmas Cigudeg dr. Arvid Suhada membenarkan, minim nya capaian target sasaran vaksinasi diwilayah Puskesmas Cigudeg. Kendala nya kurang nya kesadaran masyarakat masih rendah, serta dukungan tokoh agama dan masyarakat dalam mensosialisasikan program vaksinasi. Selain itu juga kesulitan akses ke lokasi penyuntikan karna geografis dan jarak tempuh sebagian desa juga sangat jauh.
Tapi pihak Puskesmas juga sudah melakukan sistem jemput bola ke setiap rumah warga melalui Kepala Desa.
“Upaya ini sudah dilakukan dengan cara pelayanan terjun langsung ke setiap desa dengan koordinasi pihak desa dan kader kader. Sosialisasi tokoh agama dan dan tokoh masyarakat melalui kecamatan untuk pendekatan langsung ke masyarakat lansia,” ungkapnya.
Selain itu Arvid juga menambahkan, vaksinasi sekarang sudah masuk ke tahap 4 lansia dan masyarakat usia 18 tahun dengan sistem membuka pelayanan vaksinasi setiap hari selasa, rabu, dan kamis.
“Saya berharap masyarakat lansia yang belum divaksin agar segera mendatangi pelayanan kesehatan Puskesmas Cigudeg, agar capaian sasaran dapat dapat maksimal sehingga program vaksinasi ini berjalan lancar dan mencapai target yang diharapkan,” tukas Arvid.
(Gus/Bing)






