Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeLifestyleNews

Guru Besar IPB University Ini Ungkap Peluang Bisnis Makanan Mengandung Probiotik di Masa Pandemi

×

Guru Besar IPB University Ini Ungkap Peluang Bisnis Makanan Mengandung Probiotik di Masa Pandemi

Sebarkan artikel ini

Prof Ahmad Sulaeman, Guru Besar IPB University

Lifestyle, BogorUpdate.com
Prof Ahmad Sulaeman, Guru Besar IPB University mengatakan berkembangnya COVID-19 serta penyakit-penyakit komorbiditas, mengubah cara pandang masyarakat terhadap makanan. Masyarakat mengonsumsi pangan dan menu sehat, pangan lokal dan untuk memberikan nutrisi yang cukup dan menjaga kebugaran tubuh.

“Makanan sekarang tidak hanya menyediakan untuk memuaskan rasa lapar dan menyediakan zat gizi yang dibutuhkan manusia, namun juga untuk mencegah penyakit. Makanan kini bekerja untuk memperbaiki kebugaran fisik dan kebahagiaan mental dari konsumen,” sebutnya dalam Webinar “Potensi Bisnis Probiotik di Masa Pandemi” yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Utara, Kamis (01/07/21).

Menurut Pakar Keamanan Pangan dan Gizi IPB University ini, ada tiga pendekatan terkait dengan kebahagiaan saluran pencernaan manusia. Probiotik, prebiotik dan sinbiotik. Berbagai penelitian telah banyak membuktikan bahwa konsumsi makanan yang mengandung probiotik dapat meningkatkan kesehatan. Probiotik ini tidak terbatas pada pangan fermentasi seperti yogurt, namun juga pangan lokal seperti tempe.

“Mikrobiota dikatakan bersifat probiotik bila dapat bertahan dalam tubuh. Mikrobiota usus membantu proses fermentasi makanan dalam tubuh, bahkan membantu proses sintesis vitamin B dan K, metabolisme empedu, sterol, dan xenobiotik. Sehingga setiap makanan yang dikonsumsi akan sangat mempengaruhi keseimbangan antara bakteri baik dan buruk yang ada dalam sistem pencernaan,” ujar Dosen IPB University di Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia ini.

Prof Ahmad juga menambahkan bahwa semakin banyak antibiotik atau sering terpapar polusi, harus mengonsumsi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik. Ini untuk menjaga keseimbangan mikroflora dalam tubuh.
Konsumsi makanan mengandung probiotik penting untuk kebugaran tubuh manusia demi mencegah obesitas, diabetes, kanker, hingga autisme. Probiotik itu sendiri merupakan mikroba berupa bakteri atau kamr yang tersedia sebagai suplemen maupun yang terkandung dalam makanan.

“Manfaat dari agen probitoik yakni dapat melakukan antimikrobial, efek imun, hingga sekresi IgA. Pastinya aksi tersebut sangat berperan dalam meningkatkan sistem imun sehingga dapat menangkal penularan virus COVID-19,” imbuhnya.

Oleh karena itu, potensi bisnis terkait pangan mengandung probiotik di masa pandemi yang pasti dan menjadi bahan promosi produk probiotik. Masyarakat dapat mengolah pangan lokal (mengandung probiotik) seperti olahan tempe, minuman fermentasi air kelapa, oncom dan sebagainya dengan kemasan yang menarik. Aspek keamanan dalam produksi perlu diperhatikan agar manfaat gizi dan kesehatan dapat dirasakan oleh konsumen.

“Banyak produk probiotik Indonesia yang layak dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan probiotik masyarakat,” tandas Ahli Gizi IPB University ini.

 

 

 

 

 

(ipb/rie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *