Foto ilustrasi (Net)
Lifestyle, BogorUpdate.com
Pangan pokok merupakan makanan utama sehari-hari sesuai potensi sumber daya dan kearifan lokal. Meningkatnya pertumbuhan populasi manusia turut mempengaruhi kebutuhan pangan.
“Kita tidak bisa bergantung dengan satu pangan saja. Tahun 2045 nanti, akan sulit kalau kita bergantung pada beras. Masih ada stigma di masyarakat mengenai makan oyek berarti miskin. Cultural value makanan pokok menunjukkan rasa makanan bisa diterima, memberikan nilai sosial serta baik untuk kesehatan,” ungkap Prof Sobir, Guru Besar IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura pada webinar eksplorasi pangan lokal.
Prof Sobir mengatakan bahwa pangan pokok akan digantikan oleh buah, sayur, dan ikan. Ia pun menyebut pisang adalah buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Pisang mengandung serat, vitamin, dan mineral, kalsium dan kalium. Pisang memiliki kalsium dan kalium yang tinggi. Manfaat kalium yang tinggi adalah menjaga tekanan darah.
“Pisang dikonsumsi untuk memberi energi instan. Atlet ternama di dunia juga mengonsumsi pisang. Tidak ada anggapan mengonsumsi pisang berarti status sosial menurun. Oleh karena itu, pisang berpotensi menjadi pengganti pangan pokok,” jelas Prof Sobir Guru Besar Divisi Genetika dan Pemuliaan Tanaman IPB University.
Manfaat pisang lainnya adalah pisang tidak membuat berat badan berlebih. Karena serat yang tinggi, pisang memberikan rasa kenyang. Pisang sifatnya beragam sehingga dapat masuk ke berbagai kalangan dan level konsumsi pangan. Namun di balik itu, pisang memiliki tantangan untuk diversifikasi.
Menurut Prof Sobir, penyimpanan pisang terbilang sulit dibanding beras. Rantai pasok dari hulu juga tidaklah murah.
“Jumlah produksi pisang seperempat dari produksi beras. Potensi produksi pisang bisa mencapai 55 ton per hektar. Pisang bisa dimanfaatkan menjadi olahan primer dan industri olahan,” tambah Prof Sobir.
Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University ini menambahkan, buah pisang bisa diolah menjadi banana fries. Contoh industri olahan pisang adalah kue, snack, jus, dan makanan bayi.
“Diversifikasi pangan pokok ditargetkan untuk usia muda karena paling dominan. Rajin mengonsumsi pisang membentuk kebiasaan makan yang baru, sehingga bisa diteruskan ke generasi berikutnya. Dengan kampanye “One Day With Banana”, kita bisa mengurangi konsumsi beras,” tutupnya.
(ipb/bu)







