Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeHukum & KriminalNews

Diduga Lalai Dalam Penanganan Pasien, RSIA Annisa Ditarik ke PN Cibinong

×

Diduga Lalai Dalam Penanganan Pasien, RSIA Annisa Ditarik ke PN Cibinong

Sebarkan artikel ini

Cibinong, BogorUpdate.com
Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Annisa Citeureup, dituntut oleh pasien lantaran kurang maksimalnya pelayanan yang diberikan. Dalam sidang pertama antara RSIA Annisa dengan pasien bernama Riki Maulana pada hari Kamis (19/08/21) berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong Kelas IA, Kabupaten Bogor.

Zulfian Rehalat, Kuasa Hukum Riki Maulana menjelaskan, agenda sidang pertama ini hanya legal standing para pihak yang berkaitan. “Tadi sudah dilakukan pemeriksaan oleh majelis, lalu dilanjutkan oleh mediasi. Juga sudah ditunjuk hakim Mediasinya yaitu Bu Yulinda,” jelasnya.

Sesuai keputusan tadi, lanjut Zulfian, sidang mediasi akan dilaksanakan pada 6 September 2021. “Paling telat Maksimal pukul setengah dua siang. Pada mediasi nanti semua pihak akan hadir untuk mengikuti mediasi,” tuturnya.

Menurut Zulfian, kliennya melakukan tuntutan karena pihak RSIA Annisa diduga melakukan perbuatan melanggar hukum dalam konteks medis. “Tinggal tunggu hasil mediasi kalau tidak menemui jalan tengah maka lanjut tindak perkara,” tukasnya.

Di lokasi yang sama, Riki Maulana menuturkan, ia menuntut atas dasar dugaan kelalaian terhadap penanganan anaknya yang tidak maksimal.

“Karena anak saya lahir hingga 2 hari dirawat belum juga buang air besar (BAB), lalu ada benjolan juga di bagian perutnya, dan ditambah sesak nafas juga. Usai 2 hari menjalankan perawatan benjolan tetap ada dan belum juga BAB, dan yang membuat ironis adalah keluar kata dari seorang dokter spesialis anak, ironisnya kok bisa bilang ini hanya usus biasa, seolah-olah menyepelekan diagnosa,” tuturnya.

Menurutnya, anaknya yang lahir pada tanggal 21 Agustus 2020 itu mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan sempat mendapat perawatan, bahkan suster yang menemani dokter itu pun sudah mengingatkan kepada dokter bahwa anaknya belum juga BAB.

“Yang konyolnya saya malah di Suruh pulang. Lebih konyolnya lagi, ketika saya minta surat rujukan itu ditulis lah anak saya sudah BAB, suatu putusan yang konyol gitu lho menurut saya,” ujarnya.

Hingga tiba pemindahan anaknya dari RSIA annisa ke RS lainnya, menurut Riki untuk mobil pasien pun ia tidak mendapatkan fasilitas dari RSIA Annisa.

“Mobil saya sewa, selang oksigen beli, oksigen pun diberi oleh salah satu RS lainnya,” cerutunya heran.

Bahkan, lanjut Riki, oleh dokter di RS lainnya ia mendapatkan pertanyaan dimana pihak RSIA annisa yang seharusnya ini menjadi pertanggungjawaban RSIA Annisa,

“Karena si anak lahir di annisa, kata dokter itu saya harusnya di dampingi Oleh RSIA Annisa, itu kata dokter yaa,” singkatnya.

Di Lokasi berbeda, Heri bidang Hubungan masyarakat (Humas) RSIA Annisa menceritakan, kasus itu sudah lama sekali dan kami kira tidak terjadi apa-apa.

“Yang harus masyarakat ketahui kami pihak RSIA Annisa sudah melaksanakan yang terbaik, dan semaksimal mungkin,” katanya di Gedung RSIA Annisa.

Kita sebagai warga negara yang baik, terus Heri, perihal tuntutan, pihaknya mengikuti saja prosesnya.

“Tadi juga sudah diwakili oleh kuasa hukum, semoga hasilnya yang terbaik untuk semua pihak, makanya ayo kita kawal sama-sama,” ajaknya.

Menurut Heri, pada dasarnya tidak ada RS yang ingin mengecewakan, apalagi hingga terjadi hal-hal yang seperti ini.

“Kalo itu kan kaitan urusannya medis, terus karena saat ini kasusnya sedang diproses, nanti mungkin di Pengadilan akan dijelaskan, kita kawal aja sama-sama, kita simak aja sama-sama, mudah-mudahan ada jalan yang terbaik,” ucapnya.

Adapun perihal Fasilitas dan surat rujukan, menurutnya, selama ini Pihak RSIA Annisa tidak pernah mempersulit.

“Jika memang pasien tidak bisa kita tangani, karena kita RS tipe C, maka akan kita rujuk. Dan kita tidak mempersulit juga sesuai mekanisme. Terkait masalah surat rujukan dan fasilitas, nanti saya cross check seperti apa sebenarnya, karena ini kasus satu tahun yang lalu, kami kira tidak ada apa-apa. Tapi saya yakin pihak RS pasti menyediakan jika armada tersedia,” pungkasnya.

 

 

 

 

(Jis/Bing)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *