Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaEkobisHomeNews

Keren, Batik Kemang Bogor Penuh Ciri Khas Ternyata Sudah Tembus Pasar Global

×

Keren, Batik Kemang Bogor Penuh Ciri Khas Ternyata Sudah Tembus Pasar Global

Sebarkan artikel ini

Pengrajin batik ke Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor. (Ist)

Kemang, BogorUpdate.com – Pengrajin sekaligus pengusaha Batik di Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, sudah mulai berinvasi di pasaran lokal dan luar negeri.

Batik yang memiliki ciri khas dari setiap wilayah Kota hujan ataupun Kabupaten Bogor ini memiliki tiga metode pembuatan.

Seperti pada umumnya, yang pertama batik ini dibuat dengan cara di ukir atau prisma katun sutra, kedua cetakan dan ketiga adalah metode cap atau lukis.

Ely Yuliana pengrajin sekaligus pemilik usaha Batik itu menyebutkan, batik yang menggunakan tiga metode pengerjaan itu di kerjakan oleh beberapa ibu-ibu Desa yang memiliki kecintaan terhadap batik.

“Ini yang pasti batik Kemang kecamatan Kemang kabupaten Bogor. Terus metodenya ada batik cap dan batik tulis serta bahan batik nya ada prima, prisma dan katun sutra. Ada warga dari parakan jaya, desa Bojong, Desa Tegal, Desa Jampang dan juga Kelurahan Atang Senjaya,” kata Ely Yuliana kepada Wartawan pada 2 Oktober 2023 saat Hari Batik Nasional kemarin.

Menariknya, pembuatan batik ini bisa dibuat sesuai selera bahkan sesuai ciri khas wilayah Masing-masing.

“Tentu punya seperti Atang Senjaya dibuat dengan metode tulis menggambar pesawat dan juga ada burung bondol dan Desa Parakan Jaya, motifnya pandan ada motif rukun salak untuk Kampung Parakan Salak dan juga ada daun benda sesuai kampung Salahbenda, motif pancakarasa, dan juga motif talas dan juga motif padi juga untuk Desa Pabuaran, sekitar 23 motif,” bebernya.

Ely Yuliana mengatakan, sejak dibuka satu tahun kebelakang, usaha Batik nya itu sudah tembus di pasar luar Negeri.

“Dipasarkan sekitar Bogor, luar Bogor dan Bandung juga. Kita juga sering mengikuti bazzar di Bandara Soeta ada yang keluar ke India dan juga bandara husen ada laku keluar ke singapura,” tuturnya.

Untuk harga bervariatif yang jelas kompetitif dari mulai 180 ribu sampai 250 hingga 350 ribuan tergantung komposisi warna.

“Tentu beda kalo di Bogor itu ciri khasnya contohnya talas, gunung dan motif hujan jadi kita mengangkat potensi muatan lokal,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *