Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomePemerintahan

Warga Kampung Tengah Tak Ingin Direlokasi Tapi Perbaiki Jembatan Penghubung

×

Warga Kampung Tengah Tak Ingin Direlokasi Tapi Perbaiki Jembatan Penghubung

Sebarkan artikel ini

Leuwiliang – Bogor Update

Warga RT 02 RW 03 Kampung Tengah, Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, yang terkena bencana alam banjir bandang beberapa waktu yang lalu belum ada bantuan sama sekali dari pihak pemerintah tingkat Desa sampai Pusat.

 

Mendengar kabar tak sedap itu, beberapa awak media online, cetak, simpatisan mengunjungi langsung kondisi Kampung Tengah, Desa Puraseda, Kecamatan leuwiliang, Kabupaten Bogor, Minggu (04/03/18) Sore.

 

Salah satu simpatisan yang turut serta dengan awak media yang tidak ingin namanya disebutkan berinisial J mengatakan, dari lokasi Sekolah Dasar (SD) Negeri Kampung Tengah, harus melewati turap lalu melintasi jembatan darurat, jalan setapak hanya 40 senti meter disisi nya, ladang Jagung milik kampung sebelah, dan Sungai, barulah sampai ke Rt 02 Rw 03, Kampung Tengah, Desa Puraseda.

 

“Akhirnya kita bisa mengetahui dan merasakan langsung bagaimana penderitaan warga Rt 02 Rw 03, Kampung Tengah, Desa Puraseda, saat harus melintasi jembatan darurat, dan telah beberapa warga melintasi jembatan darurat tersebut terjatuh ke sungai, jika melintasi ladang jagung, berimbas rusaknya pohon jagung dan membuat pemilik marah,” ujarnya kepada bogorupdate.com, Selasa (06/03/18).

 

Sementara itu salah satu tokoh masyarakat menjelaskan, sudah beberapa tahun namun tidak ada perhatian sama sekali dari kepala Desa (Kades) Puraseda dan Camat Leuwiliang, hanya janji-janji saja.

 

“Warga Rt 02 Rw 03 seperti di anak tirikan oleh kades kami, sudah dua periode dirinya menjabat jadi lurah, pembuatan jembatan penghubung yang hanyut saat banjir bandang tahun lalu pun dari swadaya masyarkat, bukan dari dana desa,” imbuh tokoh masyarakat.

 

Dia menambahkan, Kades Puraseda didampingi Camat Leuwiliang, BPD, dan beberapa aktivis, serta warga, berkumpul di salah satu ruang kelas Sekolah yang turut hanyut saat banjir bandang, pada hari Sabtu (03/03/18) untuk berbicara dengan masyarakat untuk mencari mencari solusi untuk jembatan penghubung kampung Tengah ke Kampung sebelah, tepat dimana Sekolah berada.

 

“Tapi selain mencari solusi perihal jembatan, salah satu aktivis yang seharusnya diri nya lebih mendengarkan dan memperjuangkan keinginan warga Rt 02 Rw 03, Kampung Tengah, malah menyarankan warga agar mau direlokasi dari tanah karuhun, sebelum banjir bandang terjadi lagi, tapi warga tetap menolak,” tegasnya.

Lain hal dengan ketua Rt 02 Rw 03 menjelaskan, pasca bencana alam banjir bandang tahun lalu, lurah Awam belum pernah mendatangi Rt 02 RW 03 kampung Tengah dan tidak memberikan bantuan apapun. “kades hanya menyuruh Sekdes mendata saja warga yang terkena banjir bandang, tapi nyatanya belum ada bantuan dalam bentuk apapun,” ungkapnya.

 

Mendengar hasil wawancara awak media dan warga Rt 02 RW 03, Kampung Tengah, Desa Puraseda, Kecamatan leuwiliang, Ketua Umum (Ketum) Ormas Benteng Padjajaran Doel Samson mengatakan, Karena kondisi alam disana tidak bersahabat maka warga kampung Tengah tersebut akan di relokasi denga ganti rugi per-rumah mendapat Rp 50 juta, sedangkan Satu rumah dihuni lebih dari satu Kepala Keluarga (KK).

 

“Sesuaikan dan manusiakanlah orang, warga kampung Tengah, mungkin tidak masalah kalau mau di relokasi oleh pemerintah, tetapi dalam hal ini Pemerintahjangan semena-mena terhadap warga kampung Tengah, jangan sampai ada bahasa seperti, giliran minta suara rakyat sampai pelosok desa setelah jadi lupa diri,” ketusnya.

 

Lanjutnya, Bupati Bogor Hj Nurhayanti agar membuka mata hatinya karena hidup ini singkat, berikan yang terbaik buat warga nya sebagai peninggalan dan perjuangan nya, sewaktu menjadi Bupati Bogor.

 

” Jangan karena sudah mau habis masa jaya menjadi Bupati Bogor, jeritan warga Rt 02 Rw 03, Kampung Tengah, Desa Puraseda tidak di dengar, kunjungi langsung warga mu yang marasa terzolimi karena lurahnya hendak merelokasi mereka, tidak suka statemen saya, silahkan somasi,” pungkas Doel Samson Sambar Nyawa SH.MH.

 

Diketahui, warga Rt 02 Rw 03 tidak ingin di relokasi seperti keinginan Kades Puraseda yang jelas bukan asli keturunan dari Desa yang dipimpin nya, dari tanah leluhur berumur 200-an tahun dan di huni sebanyak 45 KK. Tetapi mencari solusi saat musim penghujan datang, kampung Tengah tidak banjir dan segera terealisasi jembatan penghubung ke kampung sebelah, agar aktifitas warga lancar. (Rie)

 

 

Editor : Endi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *