Cibinong, BogorUpdate.com – Lembaga survei Indikator merilis hasil survei kepuasan masyarakat Kabupaten Bogor terhadap kinerja 1 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bogor, Rudy Susmanto dan Jaro Ade, Minggu, (1/3/2026).
Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan wawancara terhadap 410 responden yang berusia 17 tahun ke atas dalam rentang waktu 6-11 Februari 2026.
“Kondisi Pelaksanaan Pemerintahan di Kabupaten Bogor dinilai baik atau sangat baik oleh sebagian besar warga dengan nilai 64,6 persen. Pada kondisi Politik di Kabupaten Bogor dinilai baik atau sangat baik oleh sebagian besar warga dengan nilai 42,6 persen,” ujar Bawono kepada wartawan di Cibinong.
Kemudian, kata Bawono, sebagian besar warga menilai kondisi Keamanan di Kabupaten Bogor baik atau sangat baik dengan nilai 63,6 persen.
Lalu, sebagian besar warga menilai kondisi Ekonomi di Kabupaten Bogor masuk dalam penilaian sedang dengan nilai 50,2 persen.
“Kondisi Penegakan Hukum di Kabupaten Bogor dinilai baik atau sangat baik oleh sebagian besar warga dengan nilai 52,6 persen. Kondisi Ekonomi Kabupaten Bogor tahun ini dibandingkan tahun lalu dinilai lebih baik atau jauh lebih baik oleh sebagian besar warga dengan nilai 47,2 persen,” ucapnya.
“Kondisi Ekonomi Rumah Tangga Kabupaten Bogor tahun ini dibandingkan tahun lalu dinilai lebih baik atau jauh lebih baik oleh sebagian besar warga dengan nilai 46,4 persen. Terakhir, sebagian besar warga menilai pemerintahan Kabupaten Bogor saat ini cukup atau sangat bersih dari praktek korupsi dan suap dengan nilai 50,3 persen,” sambungnya.
Terkait kepemimpinan personalnya, tambah Bawono, sebagian besar warga merasa puas dengan kinerja Rudy Susmanto sebagai Bupati Bogor dengan nilai 80,3 persen.
“Sedangkan untuk Jaro Ade, sebagian besar warga merasa puas dengan kinerjanya sebagai Wakil Bupati Bogor dengan nilai 79,3 persen,” tuturnya.
Meski begitu, Bawono mencatat ada lima persoalan paling mendesak di Kabupaten Bogor yang harus dibenahi oleh Rudy Susmanto dan Jaro Ade.
“Persoalan susah mencari kerja mencapai 40,3 persen, harga kebutuhan pokok mahal mencapai 24,0 persen, kondisi jalan rusak mencapai 11,2 persen, persoalan sampah mencapai 6,4 persen, dan pendidikan sekolah yang mahal mencapai 2,7 persen. Jadi, lima keluhan warga ini yang harus dibenahi dari hasil survei yang telah kami lakukan,” tutupnya. (Erwin)
