Pendidikan, BogorUpdate.com
Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria menyebutkan bahwa tiga laboratorium IPB University siap menerima 60 sampel uji hasil swab COVID-19 tiap hari untuk Kota dan Kabupaten Bogor. Jumlah tersebut diharapkan bisa mempercepat proses pemeriksaan sampel dari hasil swab pasien COVID-19 sekaligus mengurangi antrian seperti yang terjadi di Bandung dan Jakarta. Hal tersebut Prof Arif sampaikan saat wawancara online dengan salah satu televisi nasional.
“Spesimen yang mampu diuji yaitu 60 sampel per hari. Sementara itu, pengujian butuh waktu 48 jam atau dua kali 24 jam atau dua hari. Kita harapkan jika mesin bekerja maksimal pada Senin, Selasa, Rabu berarti ada 180 sampel. Ada proses ekstraksi, RNA-nya akan diperiksa pada Rabu, Kamis dan Jumat. IPB University memiliki empat PCR. Tahap pertama ini kita akan manfaatkan tiga PCR yang ada di kampus,” ujarnya.
Terkait keamanan, laboratorium di IPB University memiliki tingkat keselamatan hayati 2 (Biosafety Level-2) yang mengacu kepada pedoman WHO. Selain itu, dalam hal percepatan penanganan COVID-19, Prof Arif menyampaikan tentang pentingnya intervensi berbasis sains.
“Karena intervensi sains memiliki akurasi tinggi. Akurasi tinggi ini karena didukung oleh kerangka akademik yang kuat dan saintifik yang kuat. Selain itu perlu adanya basis teori yang kuat dan juga benchmarking dengan negara lain yang sudah lebih dulu memiliki pengalaman. Penting juga kita melakukan kolaborasi di tingkat nasional dan global,” tandasnya. (Ipb/End)






