Sukamakmur, BogorUpdate.com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Sukamulya yang terletak di Kampung Mulyasari, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor kondisinya sangat memprihatinkan. Selain rusak parah, bangunan SDN tersebut kini sudah tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Ketua Karang taruna (Katar) Kecamatan Sukamakmur, Andika mengatakan, perihal sekolahan yang kondisinya sudah tidak layak ini sudah pernah dilaporkan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor. Tapi jawaban dari Disdik tidak memuaskan.
“Ya, tanggapan dari Disdik tidak memuaskan, masa bilangnya karena sekolah berada di tanah Perhutani, karena kelas jauh, karena katanya dirobohin lah. Siapa yang mau merobohin, kalau itu kelihatan atapnya udah rusak parah, kemudian diruntuhkan bukanya lebih baik dari pada nantinya ada anak murid yang jadi korban,” ucap Andika Aditisna kepada Bogorupdate.com, Jumat (12/5/23).
“Kalau pun itu memang dirobohkan misalnya, tapi ngapain juga mereka merobohkan bangunan itu, pada saat anak-anaknya mau ujian. Saya sangat kecewa dengan perkataan Disdik sangat merendahkan,” sambungnya.
Selanjutnya Andika juga menjelaskan, kalau bahasa Disdik Kabupaten Bogor bahwa bangunan sekolah itu berada diatas lahan tanah Perhutani, pasti ada jalan keluarnya untuk di selesaikan.
“Nah sekarang kalau itu alasannya bahas dari Perhutani, pasti ada dong prosedur yang bisa ditempuh, sekarang kalau itu tidak bisa dibangun kenapa Desa Sukawangi yang kawasan perhutanan itu SD, SMP nya ada ko yang diberikan bantuan dana Bos dan dijadikan negri bahkan,” jelasnya.
Andika pun sangat menyayangkan, penjelasan dari Disdik yang seolah-olah banyak alasan untuk kecerdasan dan kehidupan bangsa.
“Ngapain anggaran pemerintah sampai 20 persen untuk pendidikan diturunkan, kan tujuannya buat mencerdaskan, kalau dengan orang-orang di Dinas yang tanggapannya kaya begini, ya mustahilah Sukamakmur IPM nya meningkat,” cetusnya.
“Jadi jangan cuman menyebut Sukamakmur IPM terendah, IPM terendah, justru dengan kondisi seperti itu harusnya Disdik konsentrasi ke Sukamakmur. Tidak apa-apa buat kita kalau tidak dibantu, kita akan buat malu,” sambungnya.
Lebih lanjut Ia juga berharap, Anak-anak di Sukamakmur ini bisa mendapatkan hak kesetaraan pendidikan yang sudah digaungkan oleh pemerintah.
“Kecamatan Sukamakmur yang katanya IPM terendah, bukan sebagai bahan olok-olokan yang menyudutkan orang Sukamakmur yang dianggap terbelakang tanpa melakukan sesuatu. Harapan saya itu saja, Disdik harus kembali kepada gironya mereka harus mencerdaskan anak bangsa,” pungkasnya.







