Bogor, BogorUpdate.com, Bahan bakar nabati, Bobibos diyakini lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar lainnya. Hal itu disampaikan pembina Bobibos, yang juga anggota DPR RI Mulyadi ini.
Menurut dia, energi terbarukan ini selain murah juga ramah lingkungan karena bahan utama yang digunakan adalah tanaman.
Ia juga menyebut, bahan bakar Bobibos ini jauh lebih murah karena bukan terbuat dari minyak bumi yang prosesya menelan anggaran yang cukup besar. Sehingga, anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) solar maupun bensin yang nilainya bisa mencapai puluhan triliun bisa dikurangi.
“Kita bisa melakukan efesiensi atau hemat anggaran subsidi BBM. Bobibos yang berasal dari limbah pertanian, biaya produksinya dan harga jualnya juga lebih murah,” kata dia.
Dewan Pembina DPP Gerindra ini juga menyebut, bahan bakar nabati Bobibos yang memiliki kepanjangan “Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos” ini juga bisa meyujudkan ketanahan energi. Sebab, dalam proses pembuatannya bisa dilakukan di mana saja.
“Kita nanti tidak lagi membutuhkan import energi, karena Bobibos bisa menjadi solusi dari cita-cita bangsa yaitu ketahanan atau berdaulat dalam energi,” terang dia.
Sehingga, dengan berkurangnya anggaran subsidi BBM, pemerintah bisa mengalihkan anggaran untuk fokus membangun sekolah, rumah sakit dan kebutuhan masyarakat lainnya. “Dampaknya angka miskin ekstrim bisa berkurang dan masyarakat Indonesia bisa sejahtera,” jelas anggota Komisi XI DPR RI ini.
Selain itu, Bobibos juga, kata dia, bisa mendorong ketahanan pangan Indonesia, karena para petani, akan berlomba-lomba bertani dan menghasilkan limbah pertaniannya untuk bahan mentah Bobibos.
Soal kualitas, legislator dari dapil Kabupaten Bogor ini mengklaim kalau bahan bakar nabati buatan warga Jonggol ini tidak kalah dengan BBM yang ada di pasaran. Berdasarkan uji lab, lanjut dia, Bobibos memiliki oktan setara Ron 98 atau Pertamax Turbo.
“Dari hasi uji juga bahan bakar ini tidak ada masalah, dan jauh lebih irit lagi,” imbuh dia.(ayu)












