Cibinong, BogorUpdate.com – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Muhammad Irvan Maulana atau Ipeck, mengeluarkan peringatan keras kepada pihak SPPG dan pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) terkait kualitas makanan yang disalurkan ke sekolah.
Peringatan ini muncul menyusul temuan bahwa sejumlah SDN di Kecamatan Citeureup menerima menu MBG yang dinilai tidak layak konsumsi, seperti telur rebus, kripik tempe, satu buah salak, dan bolu.
Menurut Ipeck, menu semacam ini jelas tidak mencukupi gizi siswa.
“Program MBG sangat penting untuk anak-anak, tetapi makanan yang diberikan harus layak, higienis, dan bergizi. Tidak boleh ada kompromi soal kualitas,” tegas Ipeck kepada Wartawan, Senin (9/3/26).
Politisi Gerindra itu juga memperingatkan, tidak ada toleransi bagi oknum pengusaha yang memanfaatkan program ini untuk keuntungan pribadi dengan menyuplai makanan buruk.
“Kalau ada pelaksana yang melanggar standar, kami tidak segan merekomendasikan penutupan operasionalnya. Program ini untuk masyarakat, bukan untuk dirusak oleh pihak tak bertanggung jawab,” tegasnya lagi.
Ipeck menekankan bahwa seluruh pihak yang terlibat harus menjalankan MBG dengan serius agar tujuan utama, yaitu meningkatkan gizi masyarakat, tercapai.
Ia juga mengingatkan bahwa program ini bagian dari kebijakan pemerintah pusat dan harus dijaga agar tidak mencoreng nama baik Presiden Prabowo.
“Jangan sampai kelalaian pihak terkait merusak program yang sudah baik ini,” pungkasnya.
