Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeHukum & KriminalNews

Bikin Resah, Warga Kopo Cisarua Gerebek Rumah Diduga Kerap Jadi Tempat Mabuk-mabukan

×

Bikin Resah, Warga Kopo Cisarua Gerebek Rumah Diduga Kerap Jadi Tempat Mabuk-mabukan

Sebarkan artikel ini

Warga Kopo Cisarua Gerebek Rumah Diduga Kerap Jadi Tempat Mabuk-mabukan. (Abizar/Bogorupdate)

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Warga Kampung Cisarua, RW 06 Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, menggerebek sebuah rumah yang ditempati warga pendatang setelah diduga kerap digunakan untuk aktivitas mabuk-mabukan serta membawa perempuan yang bukan muhrim dan tidak terikat pernikahan.

Penggerebekan tersebut melibatkan unsur RT, RW, LPM, Kepala Dusun (Kadus) serta tokoh masyarakat setempat dan didampingi Babinkamtibmas Polsek Cisarua dan Babinsa Koramil Cisarua. Aksi itu terekam dalam video yang dikirimkan warga dan beredar di lingkungan masyarakat.

Dalam video tersebut, warga menegur seorang pria bernama Aditya, yang disebut sebagai anak dari Ibu Epi, pemilik rumah. Warga menilai aktivitas yang dilakukan telah meresahkan lingkungan dan bertentangan dengan norma sosial serta agama yang berlaku di wilayah tersebut.

Menurut keterangan warga dalam video, aktivitas minum minuman keras tersebut telah berlangsung selama sekitar dua bulan, bahkan disebut terjadi secara berkala pada malam hari.

“Berdasarkan data yang kami dapatkan dan fakta mata yang melihat, Anda melakukan mabuk-mabukan dan minum di sini,” ujar Hendrik salah satu Ketua RT dalam rekaman video.

Selain konsumsi minuman keras, warga juga menyoroti keberadaan perempuan yang tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan. Hal itu dinilai mencederai nilai-nilai sosial dan keagamaan masyarakat setempat yang dikenal religius. Warga juga menyampaikan bahwa keberadaan para pendatang tersebut tidak memberikan kontribusi positif bagi lingkungan, baik dalam kegiatan sosial maupun keagamaan.

Sebagai bentuk penyelesaian, aparat lingkungan akhirnya memberikan batas waktu 3×24 jam kepada penghuni rumah untuk mengosongkan tempat tersebut demi menjaga ketertiban dan kondusivitas wilayah.

“Terhitung hari ini, tanggal 15 harus sudah kosong. Demi kebaikan bersama dan demi masyarakat,” tegas salah satu pemangku wilayah dalam video tersebut.

Pihak warga menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk mencegah konflik fisik dan menjaga ketenangan lingkungan, serta mengingatkan setiap tamu atau pendatang agar menghormati aturan dan norma setempat. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *