BogorUpdate.com – Menyikapi kegaduhan pedagang Plaza Bogor yang menolak rencana konsep Park and Ride bahkan mengirimkan petisi penolakan,
Walikota Bogor Bima Arya angkat bicara.
Politisi PAN itu meminta para pedagang dan karyawan di Plaza Bogor untuk tetap beraktivitas seperti biasa. Meski gedung tersebut akan diambil alih oleh Pemkot Bogor.
Mengenai konsep Park and Ride Bima menegaskan masih banyak proses dan tahapan yang harus dilalui sehingga pembongkaran gedung tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Ya, rencana kedepan, kami berencana akan melakukan revitalisasi kawasan Pasar Bogor dan sekitarnya, termasuk akan menyulap gedung Plaza Bogor menjadi ruang terbuka hijau. Tapi itu tahapannya masih panjang,” kata Bima di Salak Tower Hotel, kemarin.
Dalam melaksanakan program kata pria dua orang anak itu, dirinya juga sedang fokus memikirkan setiap langkah yang menguntungkan semua pihak, termasuk soal relokasi pedagang yang nantinya akan tergusur.
Saat ini, lanjut Bima, dinas terkait bersama PD Pasar Pakuan Jaya sedang merumuskan formula-formula yang tepat agar bisa berjalan sebagai mestinya.
“Tim terus membangun komunikasi dengan Yogya, Ramayana, pedagang semuanya. Tapi kalau pun akan dibongkar itu kemungkinan tahun 2020. Semua masih dalam pembahasan,” jelasnya.
Sebelumnya, Gedung Plaza Bogor yang menempati aset Pemkot Bogor itu dinyatakan habis masa sewanya pada Oktober 2018 ini. Nantinya, bekas area pusat perbelanjaan itu akan direvitalisasi. Selain akan mengakomodir para pedagang yang ada di sekitar Pasar Baru Bogor, ke depannya juga akan dialokasikan untuk tempat parkir.
Namun yang jelas, menurut Bima, yang perlu diakomodir dari rencana revitalisasi dan penataan Pasar Baru Bogor ini adalah para pedagang yang selama ini berada di sekitar area pasar.
“Soal ini akan dikoordinasikan langkah-langkahnya seperti apa. Tetapi, dirinya menegaskan akan mengambil kebijakan yang tidak merugikan hajat hidup orang banyak,” jelasnya. (As)
Editor : Tobing
