Sukaraja, BogorUpdate.com – Kabupaten dan Kota Bogor menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia.
Namun, dari total 594 dapur SPPG, baru 194 yang sudah beroperasi, sementara sisanya masih menunggu kelengkapan, terutama Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Sistem Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional (BGN), Nurjaeni, saat menghadiri peresmian Dapur SPPG Yayasan Kartika Chandra Triguna Sejahtera di Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jumat (10/10/25).
“Banyak yang sedang mempersiapkan alat-alat dan kelengkapan. Dalam waktu dekat, insya Allah, semua dapur akan segera beroperasi. Salah satu yang wajib dipenuhi adalah SLHS dari Dinas Kesehatan setempat,” ujarnya.
Nurjaeni menambahkan bahwa standarisasi dapur sangat penting untuk mencegah keracunan pangan. Salah satu syarat utama adalah memiliki chef bersertifikat, serta penggunaan peralatan yang memenuhi protokol kebersihan.
“Nanti kami dari BGN juga akan menyiapkan alat bernama test food, yang akan dibagikan ke seluruh SPPG. Selain itu, kami memastikan adanya filter air, water heater untuk sterilisasi ompreng, serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi semua petugas dapur,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nurjaeni menekankan bahwa makanan yang rentan terkontaminasi, seperti buah potong, untuk sementara tidak diperbolehkan.
“Buah potong sangat rentan terhadap lalat dan suhu. Untuk sementara ini tidak digunakan karena risiko kontaminasinya sangat tinggi,” tandasnya. (Dyn)













