Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

BPBD Kota Bogor Perkuat Mitigasi Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

×

BPBD Kota Bogor Perkuat Mitigasi Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

Sebarkan artikel ini

Kepala BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, usai apel gabungan siaga hidrometeorologi di Kota Bogor, Rabu (5/11/25) pagi. (Foto: Abizar)

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor terus memperkuat kesiapsiagaan dan upaya mitigasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang meningkat seiring curah hujan ekstrem di wilayah Bogor. Hal ini disampaikan Kepala BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, usai apel gabungan siaga hidrometeorologi di Kota Bogor, Rabu (5/11/25) pagi.

“Apel gabungan ini merupakan salah satu bentuk upaya kami bersama seluruh stakeholder di Pemerintah Kota Bogor untuk meyakinkan masyarakat bahwa seluruh lini siap siaga dalam menghadapi kondisi apapun,” ujar Dimas.

Menurutnya, salah satu fokus utama BPBD saat ini adalah memperkuat dan memperluas upaya mitigasi, terutama dalam penanganan banjir lintasan yang kerap terjadi akibat penyempitan saluran air dan tumpukan sampah. Selain menyiagakan petugas dan relawan, BPBD juga menekankan pentingnya mitigasi non-struktural melalui gerakan bebersih lingkungan, pembersihan sungai, serta penanaman pohon.

“Dengan vegetasi yang semakin baik, insyaallah kita bisa mengurangi dampak dari bencana. Jadi selain sosialisasi, kami juga perkuat mitigasi non-struktur,” tambahnya.

Dimas mengungkapkan, berdasarkan data BPBD Kota Bogor, hingga awal November 2025 terdapat 836 laporan kejadian yang masuk sejak Januari, mencakup bencana alam, non-alam, serta operasi SAR. Dari jumlah tersebut, 219 kasus merupakan kejadian pohon tumbang, beberapa di antaranya menimpa rumah warga dan fasilitas umum.

“Memang ada korban jiwa, tapi kebanyakan terkait operasi SAR, seperti kejadian orang tenggelam. Untuk korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi sejauh ini tidak ada. Semoga jangan sampai ada di Kota Bogor,” ujarnya.

Selain bencana hidrometeorologi, BPBD juga mulai menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi gempa bumi, mengingat wilayah Kota Bogor dilintasi oleh Sesar Citarik dan Sesar Baribis yang memiliki potensi aktivitas tektonik.

“Insyaallah di awal tahun 2026, kami akan menyusun rencana kontinjensi gempa bumi sebagai skenario jika terjadi gempa. Setelah itu akan dilakukan latihan lapangan, geladi posko, dan sosialisasi ke sekolah serta komunitas masyarakat,” jelasnya.

Saat ini, BPBD Kota Bogor memiliki 72 personel inti, namun dalam setiap penanganan bencana, seluruh unsur masyarakat, relawan, dan stakeholder turut dikerahkan. Tercatat pula 27 Kelurahan Tangguh Bencana (KelTana) telah dibentuk untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Kami dibantu berbagai pihak, termasuk 27 KelTana yang sudah aktif di lapangan,” kata Dimas.

Ia pun mengimbau masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan, terutama menjelang puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung pada November 2025 hingga Januari 2026.

“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Karena penanganan bencana bukan hanya soal merespons, tetapi juga bagaimana kita siap sebelum bencana itu datang,” tutupnya. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *