Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeLifestyleNews

Corona “Durjana”

×

Corona “Durjana”

Sebarkan artikel ini

Ditulis oleh: Effendi Tobing
Redaksi Bogorupdate.com

Opini, BogorUpdate.com
Telah kita ketahui bersama bahwa dunia saat ini terfokus bagaimana caranya mengalahkan mahluk super kecil ber diameter 125 nanometer atau 0,125 mikrometer. Rasa-rasanya perjuangan mengalahkan Corona ini melebihi bagaimana caranya menang dalam perang dunia.

Nama mahluk kecil itu adalah Corona. Dimana asal mulanya, pada desember 2019, wabah Pneumonia dilaporkan di Wuhan, Cina. Tepatnya pada tanggal 31 Desember 2019, wabah itu ditelusuri ke jenis virus Corona baru, yang diberi nama sementara 2019-nCoV oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian berganti nama menjadi SARS-CoV-2 oleh Komite Internasional tentang Taksonomi Virus, kalau di Indonesia disebut Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Yang harus diketahui, Penyakit Corona adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus jenis baru yang belum pernah teridentifikasi pada manusia. Adapun metode Penyebaran utama Virus Corona baru ini adalah melalui kontak dengan orang yang terinfeksi saat mereka batuk atau bersin, atau melalui kontak dengan tetesan air liur atau cairan/ lendir hidung orang yang terinfeksi.

Bahkan hebatnya si Corona, hingga saat ini belum ada cara-cara pencegahan yang benar-benar mampu menangkalnya. Yang ada cuma metode sederhana saja, yaitu dengan mencuci tangan secara rutin memakai Hand Sanitizer atau sabun lalu bilas dengan air mengalir. Kemudian, menutup hidung dan mulut dengan masker, lalu kita disarankan untuk menghindari interaksi fisik 1 meter atau 3 kaki dengan siapapun yang memiliki gejala batuk pilek atau flu.

Dari catatan tentang Corona diatas, nyatalah sudah kalau Corona itu bukan saja “Nakal”. Tiap hari menghantui membuat semua ketakutan bahkan tidak sedikit yang Phobia akan ulahnya.

Lihat saja, hingga hari ini tanggal 26 April 2020, Jumlah pasien terinfeksi Corona di dunia, mencapai 2.921.201 kasus. Dari 2,92 juta orang yang positif terinfeksi Covid-19, 203.289 pasien meninggal dunia dan 836.970 dinyatakan sembuh. Di Indonesia sendiri, jumlah pasien positif virus Corona (Covid-19) mencapai 8.882 orang. Dari jumlah itu pasien yang meninggal dunia sebanyak 743 orang, sementara 1.107 orang dinyatakan sembuh. Terdapat 210 negara dan wilayah di seluruh dunia yang telah melaporkan Covid-19.

Jika Corona hanya disebut “Nakal” sudah terlalu lama kita merayu nya namun tak melunak. Lihat saja, mulai akhir Februari 2020 hingga saat ini Corona begitu leluasa memainkan perannya, layaknya superhero menyelamatkan korban kejahatan, namun yang dilakukan Corona adalah kebalikannya, yaitu superzero yang seakan ingin menihilkan nyawa manusia di dunia.

Untuk saat ini saya mau bilang, kalau Corona itu Durjana (Jahat).

Cobalah kaji dengan mendalam, apakah semakin kesini kita tidak dibuat semakin kalut olehnya?. Semua cara, baik itu Lockdown, Physical Distancing hingga Pembatasan sosial Berskala Besar (PSBB) semua seakan terkulai oleh kedigdayaanya. Tiap hari bertambah korban berjatuhan seakan tanpa ampun ingin menjadikan semua mahluk sebagai santapan nikmatnya. Sudah demikian, jerit tangis dimana-mana menadahkan tangan mengharapkan bantuan yang katanya tak kunjung singgah. Sungguh Durjana dikau Corona.

Begitu merana bangsa-bangsa akibat sifat egoisnya. Mungkinkah semua ini terjadi karena Tuhan mulai bosan dengan tingkah manusia, atau Alam yang enggan dan muak bersahabat dengan kita, seperti syair yang dinyanyikan oleh Ebiet G Ade?. Tanyalah pada hati masing-masing sudah semesra apa hubungan kita dengan sang Khalik dan juga sudah se romantis apa kisah kita dengan Alam.

Benar-benar Durjana kau Corona.

Secerca harapan memang sudah mulai tampak dengan bertambahnya jiwa-jiwa kuat yang bertahan dan selamat atas serangan ganas si Corona Durjana. Para tenaga medis ikhlas sebagai “Pahlawan Covid-19” terus menunjukkan taji nya dengan tidak pernah letih dan gentar melawan derasnya arus serangan Corona Durjana. Pemerintah juga tak hentinya menggaungkan agar terus melawan dengan semboyan kita pasti menang atas Corona yaitu dengan patuh dan disiplin.

Memang hingga kini, tak ada ilmu pasti kapan Corona Durjana akan musnah. Tapi, adanya himbauan Pemerintah agar Disiplin dan patuh dengan tetap “Diam Dirumah’ dan pergi keluar jika benar-benar perlu dengan tetap menjalankan protokol yang ada (pakai masker,selalu cuci tangan-red), mulai menampakkan hasil. Dimana, jumlah jiwa pemenang atas Corona Durjana sudah jauh lebih banyak dari yang kalah alias sudah waktunya menghadap pulang kepangkuan Illahi. Walau memang himbauan itu memunculkan reaksi berbeda ditengah masyarakat, yang semua alibi mengarah kepada isi perut, tapi itulah jurus pemerintah bahkan yang dilakukan dunia untuk mengelabui Corona Durjana agar jinak dan enyah selamanya.

Soal kebijakan pemerintah agar “Diam Dirumah” memang membuat banyak hati umat begitu geram karena menurutnya hanya himbauan belaka tanpa meninggalkan bekal untuk bertahan dan patuh terhadap segala anjuran yang diterapkan. Satu sisi yang terdengar dan terlihat, pemerintah meminta sabar atas datangnya bantuan karena semua butuh proses pendataan agar tepat sasaran sebab erat hubungannya dengan amanah dan prosedur serta juga agar tidak berlawanan dengan hukum (KKN-red). Semua pasti medapat giliran, itu yang terdengar. Yang jelas, semua sulit diterjemahkan dengan nalar.

Corona Durjana memang luar biasa kuat, seperti sebuah liga sepakbola sampai saat ini dia (Corona-red) masih bertengger dipuncak klasemen mengungguli kekuatan dan ketakutan kita di dunia. Tapi, jika kita mampu memenangkan hati kita, yaitu selalu sabar, tetap kuat, berpikir positif, selalu tenang, tidak egois, tidak serakah, niscaya kita juga akan menang dan mampu menundukkan Corona Durjana dengan skor telak sehingga kita muncul sebagai juara di akhir babak.

Walau sejarah membuktikan, banyak wabah-wabah penyakit yang pernah muncul pada akhirnya vaksin sebagai penenang hanya dimiliki oleh segelintir orang, dijual dengan harga meroket, sedang obat itu wajib dibutuhkan demi keberlangsungan hajad hidup orang banyak. Bila kita telusuri secara mendalam tentu misteri wabah penyakit ini akan terungkap. Tapi menangkanlah hati kita, sehingga apapun nanti hasil akhirnya tidak membuat kita semakin Chaos (Kacau). Serahkan semuanya kepada Sang Pencipta, biarkan DIA (Tuhan) yang bertindak.

“Duhai Corona Durjana, tak lama lagi waktumu, kami akan menang dan pasti menang atasmu”. (End)

Tulisan ini hanya sebuah opini tidak ada kaitan dan hubungannya dengan hal apapun.

 

 

 

 

 

Editor : Endi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *