Cileungsi, BogorUpdate.com
Aktivitas Galian Clay yang berlokasi di Kampung Kirab, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, menuai keritikan dari beberapa kalangan. Pasalnya akibat adanya mobilitas Dum Truk bermuatan berat, disinyalir berdampak pada rusaknya pagar tembok milik SMAN 1 Cileungsi.
Dampak kerusakan tersebut, seperti pagar di belakang sekolah dan pagar disamping depan sekolah, yang menjadi akses jalur aktifitas pintu masuk dan keluarnya kendaraan Dum Truk aktifitas galian Clay itu.
“Sepertinya baru tadi kondisi robohnya. Soalnya kemarin masih bagus,” kata Kepsek SMPN 1 Cileungsi, Oman Saidiman, kepada wartawan, Senin (16/08/21).
Menurut Oman Saidiman, robohnya tembok sekolah diakibatkan beban yang luar biasa berat dari Dum Truk yang hilir mudik mengangkut tanah merah tersebut. Ditambah frekuensi aktifitas yang tidak pernah berhenti siang dan malam.
“Itu akibat aktifitas galian. Bagaimana tidak roboh, mobil beban berat bulak balik siang dan malam,” kata Oman.
Bahkan, Lanjut Oman, dampak dari galian itu juga sangat mengganggu dan merugikan. Contohnya dari mulai kebisingan, debu pada saat musim kemarau dan jalan menjadi licin saat hujan.
“Jelas merugikan bahkan membahayakan, bagi semuanya,” tutur Kepsek.
Ia juga menuding jika semua unsur tahu akan aktifitasnya mengetahui, namun seolah ada pembiaran.
“Ini seolah ada pembiaran. Jika tembok yang roboh itu, pihak pengusaha galian harus bertanggungjawab,” katanya.
Untuk diketahui, galian C yang sudah cukup lama beroperasi sangat meresahkan warga sekitar. Bahkan para pengguna jalan lainnya, terlebih saat di musim hujan, banyak pengendara roda dua tergelincir akibat licinnya jalan akibat tanah merah dari galian tersebut.
(Cek/Bing)






