
Citeureup – Bogor Update
Berniat mempermudah warganya dalam beraktivitas sehari-hari, pihak Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor merealisasikan betonisasi jalan lingkungannya. Dana tersebut berasal dari aspirasi dewan dari salah satu partai yang digelontorkan sebesar Rp.150 Juta.
Kepala Desa Gunungsari , Hendra Fermana mengatakan, memang saat ini desanya sedang membangun infrastruktur jalan di Rukun Tetangga (RT) 01, 02,03,04 dari Rukun Warga (RW) 04, Kampung Indogrand perumahan Gunungsari Hijau yang berasal dari anggaran Aspirasi Dewan yakni partai PKS, dengan volume 140 m2×4m2.
“Kita realisasikan semuanya dengan prioritas pembangunan infrastruktur jalan lingkungan utama sebagai akses perekonomian warga,” kata Hendra kepada bogorupdate.com, Sabtu (23/9/17).
Menurut Hendra, dalam realiasinya masyarakat sangat antusias mendukung penuh program tersebut. Seperti pantauan dilapangan, terlihat budaya gotong-royong ternyata masih dilakukan warganya.
“Saat ngecor jalan lingkungan (jaling)ini, sejumlah warga kami sangat antusias kerja bakti memperbaiki jalan tersebut,” tambah Hendra.
Lanjut Hendra, sudah lama jaling di Kampung Indogrand perumahan Gunungsari Hijau sebagai jalur utama, merupakan akses penghubung antar perkampungan dan perumahan yang sebelumnya rusak dan berlubang dengan demikian kondisi tersebut tentu sangat mengganggu aktivitas warga.
“Saat betonisasi jalan desa, warga terlihat sangat antusias. Mereka bahu-membahu menuntaskan pembangunan jalan,” bebernya.

Selama ini peningkatan infrastruktur desa merupakan tujuan yang ingin dicapai pemerintah desa (pemdes). Dia berharap gotong-royong tetap dijunjung tinggi dan dilakukan tanpa terpaksa. Sebab, kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan agar kondisi lingkungan tetap terjaga.
“Kita harapkan warga tak hanya kompak bangun jalan, tapi juga terus mempertahankan gotong-royong,” terangnya.
Hendra menambahkan, pembetonan jalan juga ada dua tahap yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan hingga target dua hari kedepan. Sehingga dirinya meminta kepada semua pihak yang ingin melintas, sementara harus bersabar dahulu. Dikarenakan bila langsung dipergunakan dapat merusak jalan dan hasilnya juga tidak bagus nantinya.
” Selain itu bila pembetonan sudah selesai kepada semua warga dirinya menghimbau. Untuk ikut berperan aktif dalam merawat jalan. Salah satu contoh sederhananya tidak membuang sampah pada saluran air, yang nantinya bisa menyebabkan genangan sampai ke jalan yang membuat jalan mudah rusak,” pinta Hendra. (Sep)
Editor: Tobing







