Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Dari Literasi ke Inovasi: Langkah Konkret Menuju Pertanian Modern dan Berkelanjutan

×

Dari Literasi ke Inovasi: Langkah Konkret Menuju Pertanian Modern dan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Literasi kembali menjadi sorotan penting dalam upaya pengembangan sektor pertanian. Dalam kegiatan yang digelar pada Kamis (20/11/2025), perwakilan Penerbit Pertanian Press, M. Ansyari, menegaskan bahwa literasi merupakan pondasi utama bagi kemajuan dunia pertanian, tidak hanya bagi akademisi tetapi juga bagi para pelaku di lapangan.

Menurut Ansyari, literasi menjadi kunci yang menentukan kemajuan sektor agrikultur.

“Acara ini membuktikan bahwa literasi itu tidak hanya dibutuhkan pada meja saja. Semua bidang, termasuk pertanian, membutuhkan literasi,” ujarnya dalam keterangannya kepada media.

Ia menjelaskan bahwa Penerbit Pertanian Press berkomitmen menjaga keberlanjutan literasi di sektor pertanian melalui proses penulisan, penyuntingan, hingga penerbitan karya yang bermanfaat bagi petani dan pemangku kepentingan lainnya.

Penerbit, kata dia, memiliki peran strategis sebagai jembatan lahirnya ide-ide baru dan inovasi.

Ansyari juga menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan literasi di kalangan generasi muda pertanian. Berdasarkan hasil kompetisi yang digelar dalam kegiatan tersebut, terlihat bahwa inovasi yang muncul sebagian besar berakar dari kemampuan literasi peserta.

“Berdasarkan hasil perlombaan yang dilaksanakan tadi, terlihat sekali bahwa inovasi itu datangnya dari literasi. Literasi bukan hanya membaca, tetapi mengekspresikan apa yang dibaca menuliskannya kembali, membuat format pembelajaran, hingga merealisasikan aksi inovasi untuk metode pertanian yang lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

Pertanian Press berharap kegiatan ini dapat memotivasi lebih banyak petani, khususnya generasi milenial, untuk meningkatkan literasi sebagai bagian dari proses inovasi. Upaya tersebut dinilai mampu mendorong produktivitas dan kualitas hasil pertanian nasional.

Sementara itu, perwakilan BRIN, Sonny Heru, menyoroti pentingnya sinergi antarlembaga dalam memperkuat literasi pertanian. Ia mengapresiasi forum yang mempertemukan tiga penerbit besar nasional BRIN Press, Perpusnas Press, dan Kementan Press.

“Diskusi hari ini sangat baik sekali karena kita ada tiga penerbit di sini. Kami harapkan ada sinergi di antara ketiga penerbit ini untuk kerja sama ke depannya,” ungkap Sonny.

Menurutnya, kolaborasi tersebut membuka peluang pengembangan karya ilmiah, modul pembelajaran, serta riset yang saling mendukung antarinstansi sehingga ekosistem literasi nasional semakin kuat.

Dari sisi dunia sertifikasi, perwakilan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang penerbitan, Epik Finily, menegaskan bahwa kualitas karya tidak terlepas dari proses pembinaan dan kolaborasi.

Ia menyebut keberhasilan penerbit dalam menghasilkan karya bermutu sangat bergantung pada kemampuan penulis dan editor yang teredukasi dengan baik.

“Menghadirkan sebuah karya yang baik tentu memerlukan kerja sama dari semua pihak. Memastikan sebuah buku terbit dengan baik dimulai dari para penulis dan editornya yang teredukasi,” ujar Epik.

Ia berharap kegiatan literasi pertanian tidak berhenti pada momentum ini saja, melainkan terus berlanjut melalui pembinaan berkelanjutan bagi para pelaku penerbitan.

Menurutnya, Pertanian Press dapat memainkan peran strategis dalam membimbing penulis dari berbagai unit kerja agar mampu menghasilkan naskah yang berkualitas.

“Kami berharap Pertanian Press dapat melakukan pembinaan bagi para penulis sehingga dapat menghasilkan naskah yang berkualitas, baik untuk diterbitkan di Pertanian Press, BRIN Press, maupun Perpusnas Press,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret menuju penguatan literasi, peningkatan kompetensi penulis, serta kolaborasi antarpenerbit nasional untuk mewujudkan pertanian Indonesia yang lebih modern, berdaya saing, dan berkelanjutan. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *