Bogor, BogorUpdate.com, Kasus flu babi yang ditemukan di Dusun Datai, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor.
Flu babi (swine influenza), merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus Influenza A yang awalnya berasal dari babi, terutama subtipe H1N1, H1N2 atau H3N2. Virus ini sebetulnya banyak beredar pada populasi babi.
Namun, beberapa strain mengalami mutasi sehingga mampu menginfeksi manusia dan menular antarmanusia seperti flu biasa. Saat ini, istilah flu babi paling sering merujuk pada virus Influenza A/H1N1pdm09, yaitu virus yang menyebabkan pandemi influenza tahun 2009 dan sekarang sudah menjadi bagian dari flu musiman.
Kadinkes Kota Bogor dr. Sri Nowo Retno dalam keterangan resminya yang dikutip dari laman Dinkes Kota Bogor menyampaikan, pada manusia, penyakit ini umumnya menimbulkan gejala mirip influenza musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan kelelahan.
Namun, pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan penyakit penyerta. Menurit dia, infeksi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat, termasuk pneumonia atau perburukan penyakit kronis yang sudah ada sebelumnya.
Sementara, masa inkubasi flu babi berada pada rentang yang sama dengan influenza musiman, yaitu sekitar 1–4 hari, dengan rata-rata 2–3 hari. Pada periode ini, individu yang terinfeksi dapat mulai menularkan virus meskipun belum menunjukkan gejala.
“Risiko penularan meningkat pada individu yang memiliki kontak erat dengan babi, baik di peternakan, fasilitas pemeliharaan, maupun tempat penjualan hewan,” kata dia.
Selain itu, lingkungan yang padat, kurang ventilasi, serta interaksi dekat dengan orang yang sedang mengalami gejala flu tanpa menggunakan pelindung diri turut memperbesar peluang penularan.
Virus ini dapat menyebar melalui percikan pernapasan saat batuk, bersin, atau berbicara, serta melalui kontak langsung dengan hewan atau permukaan yang terkontaminasi virus.
Infeksi flu babi pada manusia umumnya menimbulkan gejala mirip flu musiman, namun pada sebagian kasus dapat berkembang menjadi berat. Risiko kesehatan akibat virus ini, di antaranya demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan kelelahan.
Kemudian pneumonia atau infeksi saluran pernapasan bawah pada kasus berat. Perburukan penyakit kronis, seperti asma, penyakit jantung, atau diabetes.
Virua ini juga memiliki risiko lebih tinggi terjadi pada kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan imunitas rendah.
Meski begitu, Sri Nowo mengatakan jika hingga saat ini Dinkes Kota Bogor belum mendapatkan laporan atau menemukan kasus flu babi di kota hujan.
Namun, pihaknya tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang kewaspadaan dini terhadap penyakit ini. Menurut dia, ada beberapa pencegahan yang bisa dilakukan, di antaranya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Rutin mencuci tangan menggunakan sabun, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, menggunakan masker di fasilitas pelayanan kesehatan atau saat bergejala.
“Pelaksanaan surveilans penyakit influenza di Kota Bogor dipantau melalui aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) yang dilaporkan setiap minggunya oleh 22 Rumah Sakit dan 25 Puskesmas se-Kota Bogor melalui variabel penyakit Influenza Like Illness (ILI),” imbuh dia.(ayu)













