Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomePemerintahan

Disbudpar Kabupaten Bogor Gelar Pengembangan SDM Pramuwisata

×

Disbudpar Kabupaten Bogor Gelar Pengembangan SDM Pramuwisata

Sebarkan artikel ini

 

BogorUpdate.com – Dinas Kebudayaan dan Parisiwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor menggelar Pengembangan SDM Pramuwisata di Hotel Taman Teratai, jalan Raya Puncak, Km. 77, Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Jawa Barat, pada tanggal 1-4 Oktober 2018.

 

Ketua Bidang Kemitraan, SDM dan Ekonomi Kreatif, Drs. Sudiyono, MM mengatakan, tour guide atau pramuwisata tugasnya bukan promosi pariwisata, melainkanĀ guide sebagai ujung tombak untuk wisata. Karena mereka yang membawa wisatawan ke destinasi.

 

“Selain destinasi sebagai obyek daya tarik, cara pramuwisata memberikan informasi secara menarik tentang daya tarik serta pendukung lainnya akan memancing wisatawan untuk terus mengeksplorasi paket-paket yang ditawarkan,” ujarnya kepada Bogorupdate.com disela-sela kegiatan, Rabu (3/10/18).

 

Dia menambahkan, pramuwisata yang baik, memiliki pengetahuan yang dalam tentang banyak obyek tertentu dan dapat menjelaskan dengan detail kepada wisatawan, bukan hanya obyek yang dilihat tapi juga latar belakang, tata cara dan kebiasaan hidup masyaratnya dimana obyek yang dikunjungi, tahu dimana tempat makan atau penginapan yang sesuai dengan wisatawan yang dibawanya, juga mengerti tempat souvenir, tak kalah pentingnya adalah cara berkomunikasi.

 

“Untuk perkembangan wisata kita perlu pemandu yang melayani secara profesional,Ā melayani dengan tepat, mengerti tempat dan tidak mengecewakan wisatawan, karena bisa menjadi promosi buruk untuk kita,” imbuh Sudiyono.

 

Sementara itu, salah satu narasumber yang pakar dalam hal pengembangan SDM pramuniaga, Muchlis Abdillah memaparkan, ada sekitar 75 obyek wisata di Kabupaten Bogor ini, namun peserta yang hadir baru mengetahui.

 

“Jujur saja banyak pemandu wisata yang belum paham, saya baru membuka 35 obyek wisata ternyata belum mengerti seluruh objek wisata. Akhirnya yang dikunjungi itu-itu saja,” paparnya.

 

Menurutnya, pramuwisata harus memahami bahwa melayani wisatawan ada standarnya yaitu Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk pramuwisata, membangun kesadaran bahwa wisata lokal bukan hanya sekedar Kawasan Puncak, Taman Safari, namun masih banyak yang lain.

 

“Hal ini akan mempunyai dampak besar tidak hanya income pribadi namun multi income buat ke hotel, restoran, dan oleh-oleh sehingga mereka sadar sebagai pemandu wisata, mereka punya kontribusi buat masyarakat dan pemerintah,” pungkas Muchlis. (Rie)

 

 

 

 

Editor : Tobing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *