
BOGOR UPDATE
CIBINONG – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jangkar Pakuan Bogor meminta kepada Anggota DPRD Kabupaten Bogor agar mengevaluasi terhadap kinerja Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) yang diduga ada permainan proyek.
“Kami meminta kepada wakil rakyat (Dewan-Red) agar melakukan kroscek atau evaluasi kinerja pegawai PUPR yang diduga ada unsur permainan proyek,” ujar Saleh Nurangga, LSM Jangkar Pakuan Bogor kepada BogorUpdate.com, Senin (21/8/17).
Menurut Dia, bahwa didalam Dinas PUPR terindikasi adanya settingan lelang proyek di Kabupaten Bogor, dan menjadi buah bibir dikalangan penguaaha kontruksi. “Banyak informasi yang saya dapat tentang pemenangan tender. Kenapa sudah menang, kok tiba-tiba bisa dikalahkan. Ada apa ini di PUPR,” cetusnya.
Sementara itu, Agus Iman Basuki selaku direktur dari CV. Nirwana yang merasa dirugikan oleh Dinas PUPR. Menurutnya, bahwa perusahaan yang Ia miliki sebelumnya sudah dinyatakan sebagai pemenang, pada proyek Pengadaan Konstruksi Jaringan Irigasi di salah satu wilayah di Kabupaten Bogor.
“Namun, ternyata kami mendapatkan kabar dari KLPBJ kalau paket lelang yang kami menangkan tersebut dibatalkan,” ujarnya.
Basuki menjelaskan, bahwa saat pihaknya menanyakan alasan pembatalan lelang tersebut kepada kelompok kerja (Pokja) 3 LKBJ. Pihak Pokja memberikan alasan yang tidak masuk akal dan tidak sesuai aturan yang berlaku.
“Pada tanggal 27 Juli 2017, mereka beralasan kalau panitia masih membutuhkan waktu untuk hasil evaluasi, begitu juga pada tanggal 8 Agustus. Kemudian, di tanggal 11 Agustus lalu mereka mengeluarkan pernyataan pembatalan kami sebagai pemenang, dan menerima sanggahan yang diajukan oleh salah satu peserta lelang,” katanya.
Untuk itu, tambah dia, pihaknya akan melaporkan kecurangan tersebut kepada pihak kejari dan kepolisian dan juga Bupati Bogor. Untuk melakukan penindakkan terhadap kecurangan dan intervensi yang diduga dilakukan oleh Dinas PUPR.
“Kami merasa dirugikan baik material maupun inmaterial atas pembatalan lelang paket ini, karena kehilangan kesempatan menjadi pemenang proyek. Dan atas kejadian ini, kami akan melakukan pengaduan kepada Bupati Bogor terlebih dahulu, selaku pemegang otoritas untuk menindaklanjuti hal ini,” pungkasnya. (Ang)
Editor: Tobing