Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomePemerintahan

DPRD Nilai, Konversi Angkot Program Salah Kaprah

×

DPRD Nilai, Konversi Angkot Program Salah Kaprah

Sebarkan artikel ini

Foto ilustrasi kantor DPRD Kota Bogor

 

BogorUpdate.com – Munculnya angkot modern yang diklaim Dishub Kota Bogor sebagai konversi angkutan kota (angkot) terus menuai sorotan dari berbagai pihak, karena selain dilakukan dengan terburu-buru juga terkesan tanpa kajian yang jelas.

 

DPRD Kota Bogor menilai konversi angkot konvensional ke angkot modern merupakan program yang salah kaprah, karena tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor teguh Rihananto mengatakan, saat ini DPRD masih membahas terkait Perda lalu lintas.

 

Menurutnya, Perda Lalu Lintas akan menjadi landasan hukum dalam penataan secara teknis untuk subsidi, transportasi masal dan sebagainya. Dan kata Teguh keberadaan angkot modern masih mengacu perda lama.

 

Dan secara legal secara konsederan Pemkot bisa berargumen bahwa angkot modern termasuk transportasi masal.

 

“Tapi kita pake logika saja, logikanya Kota Bogor ini macet dan salah alasan kenapa DPRD mendorong untuk transpormasi masal adalah untuk mengurangi kemacetan, sehingga ada konversi, konversi itu bukan konversi angkotnya tapi esensinya untuk kapasitas penumpangnya,” kata Teguh.

 

Alasan kenapa digeser ke tramsportasi masal kata Politisi PKS itu, agar konversi itu bisa menampung kapasitas yang lebih banyak sehingga tidak banyak lagi masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi. Karena sudah ada kemdaraan yang sudah memadai nyaman dan masuk kapasitasnya.

 

“Malanya pas muncul angkot modern yang di klaim sebagai konversi, saya geli aja, kenapa?. Karena kalau itu angkot tetap saja angkot, feeder boleh, tapi kalau itu dijadikan bahan sebagai konvrsi itu tidak sesuai dengan harapan,” ujarnya.

 

Namanya minibus lanjut dia, dulu Hi-jet 1.000 juga tetap minibus namanya, kalau angkot di konversi ke angkot sama saja bohong dan manfaatnya tidak tidak akan efisien.

 

“Berarti tidak ada perubahan yang signifikan padahal DPRD mendorong ada perubahan mode transportasi untuk mengatasi kemacetan di Kota Bogor,” tandasnya.

 

 

 

 

 

Editor : Tobing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *