Babakan Madang, BogorUpdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membantah adanya dugaan aksi pengutan liar (Pungli) terhadap wisatawan di jalur lintas Bukit Paniisan Sentul, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang.
Berdasarkan video yang beredar, kejadian yang terjadi pada Sabtu, (28/3/2026) itu seketika viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Dalam video itu, sejumlah wisatawan terlihat diberhentikan oleh oknum warga sekitar yang diduga meminta biaya tambahan saat melintasi jalur tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bogor, Ria Marlisa membantah adanya dugaan pungli di tempat wisata tersebut.
“Itu sebenarnya tidak ada pungli, tapi warga sedang mengarahkan ke jalur yang resmi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” ujar Ria saat dikonfirmasi, Senin, (30/3/2026).
Ria menjelaskan, kejadian itu terjadi lantaran wisatawan kerap menghindari pos resmi dari BUMDes yang mematok tarif Rp 15 ribu per orang.
“Tiket Rp 15 ribu itu kami lengkapi dengan asuransi PT. Jasaraharja Putera dan di pos juga kami lengkapi dengan tandu dan keperluan P3K serta tim evakuasi,” ucapnya.
Namun, kata Ria, sejumlah wisatawan ogah melewati pos resmi tersebut sehinggga memilih melintasi jalur tikus yang rawan terjadi kecelakaan.
“Maka, terlihat ada petugas yang menjaga jalan tikus itu untuk mengarahkan agar mereka jangan melewati jalur itu, tapi disarankan melewati pos resmi,” tuturnya.
“Jadi saya pastikan di video itu tidak benar ada pungli karena petugas tidak meminta uang, tapi hanya mengarahkan agar mereka melewati pos resmi yang ada,” tutupnya. (Erwin)







