
Ananda Fanisa, salah satu pemilih pemula yang menggunakan hak suaranya dalam Pilkada serentak di Kabupaten Bogor.
BogorUpdate.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 dilakukan serentak di 171 daerah di Indonesia. Dengan rincian 17 Provinsi, 115 kabupaten dan 39 kota di Indonesia.
Dari data yang ada, jumlah pemilih pemula di setiap gelaran Pilkada, rata-rata mencapai 30 persen. Dimana, jumlah ini cukup besar, sehingga menjadi salah satu sasaran para pasangan calon kepala daerah dan wakilnya yang berlaga.
Namun pada kenyataannya, banyak pemilih pemula yang bersifat pragmatis dan apatis. Hal ini di karenakan mereka semua kadang tidak tahu siapa pemimpin yang sebenarnya yang akan mereka pilih.
Seperti, Nanda, saat diwawancarai oleh media, Mahasiswi Trisakti tingkat pertama ini mengikuti pesta demokrasi untuk pertama sekali dalam hidupnya di TPS 30 Perumahan Puspa Raya, Bojong Baru, kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor, Rabu (27/6/18).
Saat ditanya, sosok pemimpin yang mana pilihannya, dia sendiri mengaku bingung, karena menurut nya semua calon yang ada, tidak pernah tahu atau dia kenali orangnya sebelumnya, baik itu kinerja mapun kiprahnya di masyarakat.
” Saya belum mengenal satupun calon nya, jadi saya sedikit bingung,” ujar Nanda kepada Bogorupdate.com.
Kemudian ketika ditanya siapa calon pemimpin yang dicoblosnya, Nanda menjawab bahwa dirinya terlebih dahulu minta pendapat dari orangtuanya yang bersama ada di TPS siapa saja nama-nama calon dan apa visi misi nya.
” Jujur saya hanya pernah melihat para calon baik itu gubernur dan bupati hanya melalui medsos dan baloliho yang terpampang di jalan-jalan. Ya, tadi pas di TPS sebelum nyoblos saya nanya dulu ke orangtua saya siapa yang pas dan kebetulan orangtua saya itu tau visi dan misi para calonnya,” ungkapnya.
Inilah sebagian fenomena bagi para pemilih pemula terhadap pemilihan Pilbup Bogor dan Pilgub Jabar. Dimana, semua nama calon yang ada, tidak mereka kenal baik dihati mereka. Tidak memilih salah, memilih juga bingung.
Hanya harapan dia (Nanda-red), semoga para calon yang terpilih kelak, lebih dekat ke masyarakat, dan lebih perhatian kepada dua pilar pembangunan, Kesehatan dan Pendidikan bagi warga kabupaten Bogor. “Saya berharap siapapun yang kelak jadi pemimpin di kabupaten Bogor dan juga Jawa Barat, dekatlah kepada masyarakat untuk memberikan perhatian khususnya pendidikan dan kesehatan,’ Tutupnya. (Fachry)
Editor : Endi








