Foto Ketua Forum Mahasiswa Bogor (FMB), Raju Jalika
Cibinong, BogorUpdate.com
Guna menyikapi adanya dugaan proyek asal jadi di pengerjaan pedestrian jalan raya stadion Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, yang diketahui kembali digenangi air hal itu memicu adanya berbagai kritikan pedas dari kalangan masyarakat luas maupun aktivis.
Kali ini, ketua Forum Mahasiswa Bogor (FMB), Raju Jalika meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) terkait dapat segera memanggil pengerja proyek dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor.
“Saya minta APH segera turun tangan untuk menyelidiki proyek pedestrian jalan raya utama Stadion Pakansari itu yang baru selesai diperbaiki pada bulan lalu namun pada Selasa (23/3/21) kemarin kembali digenangi air,” kata Raju kepada Bogorupdate.com, Rabu (24/3/21).
Ia melanjutkan, selain pihak pengerja harus bertanggung jawab penuh dalam proyek yang menghabiskan puluhan milyar bersumber dari APBD tahun 2020, akan tetapi DPUPR Kabupaten Bogor juga mesti ikut bertanggung jawab karena dalam pengawasannya diklaim gagal.
“Jangan pengerja proyek itu saja yang bertanggung jawab, tapi Dinas PUPR Kabupaten Bogor yang dikomandoi Soebiantoro selaku kepala dinas beserta jajarannya pun harus ikut bertanggung jawab. Karena ini proyek mereka, dan mereka juga yang menjadi pihak pengawas,” tegasnya.
“Usut tuntas proyek pedestrian itu, jangan sampai melempem APH Bumi Tegar Beriman, karena ini sudah menyangkut APBD yang bersumber dari pajak masyarakat Kabupaten Bogor,” pintanya.
Sebagaimana diketahui, Jalan pedestrian stadion Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, banjir lagi yang diklaim mirip pesisir pantai.
Pasalnya, air hujan yang turun pada Selasa (23/3/21) siang ini kembali menggenangi jalan raya utama menuju stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Tegar Beriman meski telah selesai diperbaiki pada Februari 2021 bulan lalu.
Menyikapi itu, Daen Nuhdiana mengatakan, mengenai terjadinya lagi air hujan yang turun menggenangi jalan utama stadion Pakansari, Kecamatan Cibinong itu sangat disayangkan.
Pasalnya, saat pengerjaan proyek yang menelan anggaran puluhan milyar bersumber dari APBD Kabupaten Bogor tahun 2020 lalu itu di indikasikan tidak adanya kajian tata drainase yang baik oleh pengerja proyek maupun dari pihak Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat.
“Sangat disayangkan, dibangun dengan anggaran besar namun kondisinya masih seperti sebelum diperbiki,” kata Daen saat ditemui Bogorupdate.com, Selasa (23/03/21) kemarin.
Menurut Daen, adanya genangan air di lokasi yang baru diperbaiki oleh uang milik rakyat itu, pihak pengerja proyek maupun DPUPR mesti bertanggung jawab penuh dalam persoalan ini.
Baginya, terjadinya banjir kembali di jalan raya utama menuju stadion Pakansari itu, diduga juga tidak adanya kajian khusus yang baik dari DPUPR dari sisi kajian tata drainasenya.
(Rul/Bing)






