
Kota Bogor – Bogor Update
Dalam mempertahankan kedaulatan pangan Indonesia, Badan Karantina Pertanian (Baratan) gandeng TNI dan Polri.
Kerjasama yang dijalin tersebut cukup membuahkan hasil yang signifikan, karena selama tahun 2017 tercatat, berhasil mengagalkan sedikitnya 61 kasus penyelundupan.
Target operasi antara Barantan TNI dan Polri itu adalah pengiriman ilegal komoditas strategis, antara lain daging, bawang, unggas dan beras.
Operasi dengan Polri, berhasil menangkap 40 kali pengiriman komoditas ilegal dengan total volume tangkapan 92 ton, dengan TNI AD 11 kali total volume tangkapan 6 ton dan TNI AL 10 kali total volume tangkapan 102 ton.
Sementara kerjasama dibidang penegakan hukum, menunjukan peningkatan kuantitas dan kualitas dalam penyelesaian pelanggaran perkarantinaan di ranah pidana.
Karena, saat ini sebanyak 16 kasus yang sudah P21, untuk tahun 2016 sebanyak 24 kasus dan tahun 2015 sebanyak 11 kasus.
Kepala Baratan Banun Harpini mengatakan kerja sama dengan Polri, TNI AD dan TNI AL yang dijalinya, telah memberikan hasil yang positif dalam menekan dan mengurangi upaya pemasukan ilegal komoditas pangan strategis khususnya di zona rawan
Untuk itu, melalui evaluasi kerjasama, Banun berharap kedepan dapat mengantisipiasi hal-hal yang menjadi hambatan antara lain, Ā peningkatan kemampuan prajurit TNI dan Polri untuk mengenal dan mengakses Sistem Panduan Karantina (SIPAKAR)
“Penegakan hukum terhadap pelaku atau pelanggar hukum, masih terjadi rembesan, hasil penyelundupan hingga ke pusat distribusi pangan utama di Jakarta,” kata Banun, di The Sahira Hotel, rabu (06/12/17).
Untuk itu kata dia, perlunya dukungan di tempat rawan seperti di Tanjung Balai Asahan, Aceh, Kepulauan Riau, Sebatik, Skouw dan lain-lain.
Menurutnya, kerjasama tersebut bertujuan juga, untuk memperkuat sinergi dilapangan antara prajurit TNI, Polri dengan petugas Karantina
“Kita ingin mewujudkan Indonesia berdaulat dibidang pangan, maka tentunya harus dijaga dan dikawal oleh seluruh masyarakat dan komponen bangsa,” jelas wanita berkerudung itu.
Masih kata dia, yang fokus dalam pengawasan Baratan secara khusus adalah komoditas pangan strategis yakni padi, jagung, kedelai, gula, daging sapi, bawang merah, bawang putih dan cabe. Seperti yang telah dicanangkan Kementerian Pertanian (Kementan) guna mempertahankan dan mencapai swasembada.
Dengan menggandeng Polri, TNI AD dan TNI AL dalam mengawal ketahanan pangan yang merupakan isu strategis, Banun optimis program Kementerian Pertanian untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia di tahun 2045 bakal terwujud. (AS)
Editor: Endi







