
Cibinong – Bogor Update
Gabungan organisasi masyarakat GERAM (Gerakan Masyarakat) dan (Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia) mendatangi kantor bupati Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Senin (13/11/17).
Dalam aksinya massa mendesak perbaikan kinerja bupati Bogor untuk dapat mengevaluasi kinerja pemerintah desa se-kabupaten Bogor. Juga menagih janji hak dasar masayarakat, hak kesehatan hingga hak pendidikan.
Massa juga menilai bupati Nurhayanti telah gagal menjadikan Bogor sebagai kabupaten termaju di Indonesia. Dengan maraknya kasus penyelewangan anggaran hingga aparat desa yang terjangkit kasus pelanggaran hukum.
“Saat ini Nurhayanti kebanyakan loby – loby politik, sehingga kewajibannya tak pernah di jalani dan dipenuhi. Salah satu contoh yaitu desa sebagai pondasi daerah, namun ia seperti ada pembiaran. Sehingga saat ini pemerintah desa amburadul”. Tukas Hasyemi Faqihudin korlap aksi dalam orasinya.
Suasana pun sempat memanas ketika dalam orasinya ia mengancam, apabila tuntuntan ini tidak direspon dengan baik, massa aksi akan membuat anarkis dan memacetkan jalan raya.
Selain itu, Dentiara (sekjen SPRI) dalam orasinya menegaskan bahwa lepas kontrolnya bupati Bogor berdampak pada hak dasar masyarakat terbengkalai.
“Sekarang faktanya, hak si miskin BPJS masih ada yang dipersulit dan bahkan ditolak. Kemana ketegasan bupati dalam amanahnya?”, kesalnya.
Setelah berorasi massa aksi diminta masuk untuk beraudiensi yang disambut oleh kepala dinas DPMD Deni Ardiana di ruangannya.
Dalam dialognya, Deni Ardiana akan segera menindaklanjuti persoalan ini untuk disampaikan ke bupati.
“Saudaraku, yang tadi sudah disampaikan. Secepatnya akan saya serahkan ke bupati. Terkait persoalan saya kira ini akan disortir, dalam poksi setiap dinas terkait”, Tandasnya.
Dialog pun berjalan damai sekitar 30 menit yang menghasilkan jawaban. dan perwakilan massa aksi pun meninggalkan ruangan. (EFT)
Editor: Tobing






