Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Imbauan Keras APDESI Gunung Putri: Remaja Diminta Jauhi Penyalahgunaan Tramadol

×

Imbauan Keras APDESI Gunung Putri: Remaja Diminta Jauhi Penyalahgunaan Tramadol

Sebarkan artikel ini

Gunung Putri, BogorUpdate.com – Maraknya penyalahgunaan obat keras jenis Tramadol di kalangan remaja menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan di wilayah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Kondisi ini dinilai semakin mengkhawatirkan karena menyasar generasi muda yang merupakan aset bangsa.

Ketua APDESI Kecamatan Gunung Putri, Udin Saputra, menegaskan pentingnya langkah pencegahan melalui edukasi dan pengawasan bersama. Ia mengimbau seluruh remaja agar tidak mencoba-coba mengonsumsi Tramadol tanpa pengawasan medis.

“Penyalahgunaan Tramadol sangat berbahaya. Selain merusak kesehatan, juga bisa memicu tindakan yang tidak diinginkan. Remaja bukan hanya berisiko menjadi korban kejahatan, tetapi juga bisa terjerumus menjadi pelaku kejahatan,” ucap Udin Saputra kepada Bogorupdate.com.

Menurut Udin, fenomena ini tidak bisa dianggap sepele. Diperlukan peran aktif semua pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna, untuk terus melakukan sosialisasi secara masif di tengah masyarakat.

Tak hanya menyasar remaja, ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga dan mengawasi anak-anaknya. Lingkungan keluarga, kata dia, menjadi benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan obat-obatan maupun narkotika.

“Orang tua harus lebih peduli dan aktif memantau pergaulan anak. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban, atau bahkan pelaku akibat penyalahgunaan obat seperti Tramadol, apalagi sampai terjerumus ke narkoba,” tegasnya.

Selanjutnya Ia juga menyoroti bahwa wilayah desa yang menjadi penyangga kawasan perkotaan memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi terhadap peredaran obat-obatan terlarang.

Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan aparat penegak hukum untuk menekan peredaran tersebut.

“Melalui sosialisasi yang berkelanjutan dan kesadaran bersama, diharapkan generasi muda di Kabupaten Bogor dapat terhindar dari bahaya penyalahgunaan obat, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” pungkasnya. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *