Foto Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bogor, Drg.Mike Kaltarina MARS
Cibinong, BogorUpdate.com
Tidak hanya Virus Corona, Demam Berdarah Dengue (DBD) pun mengintai masyarakat di Indonesia dan Kasus DBD pun sudah banyak terjadi disejumlah daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Bogor pun wajib waspada. Penyakit ini menular akibat virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti.
Saat media Bogorupdate.com mengkonfirmasi terkait penanganan dan pencegahan kasus DBD kepada Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bogor, Drg.Mike Kaltarina MARS, dirinya menjelaskan kasus DBD di Kabupaten Bogor berkurang Tahun ini, dibanding Tahun 2019 silam.
“Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor sejak bulan Oktober 2019 telah melakukan penyuluhan kepada masyarakat melalui Puskesmas dengan Gerakan serentak berantas (Gertak) DBD,” jelas Mike sapaan akrabnya, Jumat (13/3/20).
Mike pun menghimbau agar masyarakat Kabupaten Bogor dapat menjaga kebersihan lingkungannya untuk terhindar dari DBD dengan cara 3M plus. “Menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air serta mengubur barang bekas dan hindari gigitan nyamuk,” Itu harus diterapkan masyarakat agar terhindar dari DBD,” imbuhnya.
“Dengan adanya perubahan cuaca yang tidak menentu saya menghimbau masyarakat Kabupaten Bogor, agar menjaga kebersihan di lingkungan nya, dengan menjaga kebersihan kita sudah berusaha mencegah Virus DBD dan penyakit lain nya dan jangan lupa 3M. Serta selalu cuci tangan agar terhindar dari penyakit lain nya,” Tambahnya.
Mike pun sudah menginstruksikan kepada Kepala Puskesmas agar berkoordinasi dengan Kepala Desa, untuk membentuk kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang bertugas memeriksa jentik nyamuk di rumah dan lingkungan Melalui Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik
“Hal-hal yang juga menjadi perhatian masyarakat jika di temukan deteksi awal adanya demam mendadak tinggi >38°C di sertai nyeri sendi, bercak-bercak merah pada kulit bahkan mimisan untuk segera datang ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk di periksa dan di tangani segera,” Terangnya.
Mike pun berpesan jika melakukan Fogging atau pengasapan di suatu wilayah harus dengan pengawasan agar Fogging dapat membunuh nyamuk Aedes aegypti.
“Karena kalau tanpa pengawasan dan tanpa koordinasi dengan Kelurahan, Kecamatan dan Puskesmas setempat. Fogging yang tidak dilakukan sesuai aturan akan memberikan hasil yang sia-sia dan bahkan bisa membahayakan kesehatan dan juga kuatir nyamuk resistance terhadap bahan Fogging,” Pungkasnya. (Wd)
Editor : Endi








