Bogor RayaHomePolitik

Ini Program Prioritas Utama Dedie Untuk Membangun Kota Bogor

Kota Bogor – Bogor Update

Dedie A Rachim kini telah ditetapkan sebagai calon Wakil Walikota Bogor mendampingi Bima Arya di Pilwalkot 2018. Dan hal ini adalah dunia baru bagi dirinya.

Setelah ditetapkan sebagai Calon Wakil Walikota Bogor, Mantan Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) di KPK ini langsung tancap gas melakukan sosialiasi ke berbagai wilayah di Kota Bogor.

Dalam kegiatan sosialisasi dirinya banyak mengalami pengalaman baru, karena bisa bertemu berbagai karakter masyarakat secara umum yang tentunya tidak pernah ditemui selama dirinya bertugas di KPK.

Melalui kegiatan sosialisasi dirinya mulai memahami hal hal dasar yang menjadi persoalan di masyarakat dan dirinya mengetahui secara langsung berbagai persoalan di Kota Bogor.

Selama gerilya ke masyarakat, banyak hal yang ia dapatkan dan ia pelajari, mulai sumber daya manusia (SDM) hingga berbagai persoalan di lingkungkungan.

“Saat melakukan kunjungan ke paledang saya heran ada orang yang dengan tanpa malu membuang sampah ke kali, padahal kali itu sumber kehidupan dan harus di jaga,” kata Dedie.

Menyikapi ragam karakter masyarakat dan berbagai persoalan di Kota Bogor dia mengatakan, bahwa seorang pemimpin harus memiliki terobosan-terobosan dalam membangun dan tidak bisa mengandalkan sumber dana dari APBD.

Pria kelahiran 1966 yang telah 12 tahun menata kariernya di KPK itu menambahkan, jika memang ada garis tangan untuk memimpin Kota Bogor ada beberapa yang hal yang urgen dan akan dijadikan program prioritas.

Dari pengalamanya selama geriliya ke masyarakat, dirinya mendapat keluhan dan aspirasi warga baik untuk bidang kesehatan, pendidikan maupun lingkungan.

Diakuinya, beberapa hal penting yang harus menjadi prioritas, yakni Warga Bogor harus menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk mendapat jaminan kesehatan.

Selain itu lanjut dia, pemerintah harus berperan aktif melayani warga, untuk mengoptimalkan penggunaan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Petugas harus berperan aktif dalam melayani, mempermudah kebutuhan warga,” jelasnya.

Soal infrastruktur jalan kata dia, itu bisa dibangun dengan menggunakan dana Provinsi atau Pusat, karena status jalan ini ada jalan pusat, jalan provinsi dan jalan daerah.

“Untuk pembangunanya tinggal peran dinasnya sejauh mana, misalnya kepala dinas bisa langsung ketemu menterinya, atau Gubernurnya baru bisa ketemu solusinya,” ujarnya.

Tak hanya itu menurutnya, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) tak kalah penting, karena dari segi kualitas manusia juga menjadi jaminan untuk memajukan Kota Bogor.

“Kualitas SDM sangat diperlukan untuk menunjang sebuah Kota agar menjadi baik. Jangan hanya dari pembangunan fisiknya saja diperbaiki, tetapi orang-orangnya juga diperbaiki dari kualitasnya. Sehingga hal yang paling penting dan menjadi program prioritas adalah infrastruktur, SDM dan birokrasi,” tandasnya. (As)

 

Editor : Endi

Exit mobile version