Foto ilustrasi (Net)
Kota Bogor, BogorUpdate.com
Sebagai daerah penyangga ibukota, angka penyebaran virus covid-19 di Kota Bogor cukup tinggi hingga menempati peringkat tertinggi di Jawa Barat. Bahkan hingga hari ini Jumat (10/4) 48 dinyatakan positif dan 10 diantaranya meninggal dunia.
Data yang dikeluarkan jubir Pemkot Bogor untuk siaga corona mencatat saat ini Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 880, selesai 473 dan dalam pemantauan berjumlah 407 orang.
Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat totalnya mencapai 89 orang, 22 diantaranya selesai dan dalam pengawasan Rumas Sakit berjumlah 40 orang. Sedangkan status PDP yang meninggal berjumlah 18 orang.
“Saat ini masih menunggu Hasil Lab Swab dari Litbangkes Kementrian Kesehatan Republik Indonesia,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr. Sri Nowo Retno.
Lalu yang terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 48, saat ini yang sedang dalam Pengawasan Rumah Sakit berjumlah 38 orang, dan 10 diantaranya dinyatakan meninggal dunia.
Bahkan pasien yang meninggal itu dua diantaranya adalah dokter yang menjadi garda terdepan dalam penanganan wabah virus yang telah melanda ratusan negara di Dunia itu.
Menyikapi hal itu, Pemerintah Kota Bogor akan berlakukan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB). Hal itu dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus yang telah masuk di 199 negara tersebut.
Plt Wali Kota Bogor Dedie A Rachim telah menginstruksikan para Camat dan Lurah se-Kota Bogor agar segera membentuk Rukun Warga (RW) Siaga Corona.
“Kita akan melaksanakan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB), adapun implementasinya berupa pengelolaan area pencegahan penyebaran Covid-19 dan memberdayakan potensi masyarakat dengan membentuk RW Siaga Corona,” ujar Dedie. (As)
Editor : Endi






