Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPendidikan

IPB University Gelar Indonesia Marine Summit 2021, Bahas Dampak Covid-19 Bagi Masa Depan Laut

×

IPB University Gelar Indonesia Marine Summit 2021, Bahas Dampak Covid-19 Bagi Masa Depan Laut

Sebarkan artikel ini

Pendidikan, BogorUpdate.com
Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan (Himiteka) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University menggelar Indonesia Marine Summit 2021, yang membahas bagaimana Covid-19 mempengaruhi keadaan laut, Pada Minggu (17/10/21). Kegiatan ini mengusung tema “How COVID-19 Affects Our Ocean.” Kegiatan ini bekerja sama dengan Universiti of Malaysia, Trengganu.

Dr Hawis Madduppa, Ketua Departemen ITK FPIK IPB University mengatakan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan akses informasi dan data bagi masyarakat marjinal. Padahal, informasi tersebut penting agar masyarakat dapat bertahan hidup.

“Kami ingin memfasilitasi lebih jauh terkait bagaimana COVID-19 mempengaruhi keadaan laut kita. Melalui kegiatan ini, kita akan saling berkomunikasi dan beraksi demi masa depan laut yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Dr Puji Rianti, Dosen IPB University dari Departemen Biologi, menjelaskan laut memiliki peran penting sebagai penyedia karbon. Ia menyebut, berbagai kejadian yang berlangsung di laut akan secara langsung mempengaruhi bumi. Bahkan, pandemi COVID-19 yang melanda dunia juga mempengaruhi lingkungan termasuk laut.

Dosen IPB University itu menyebut, Indonesia memiliki ekosistem pesisir yang sangat kaya. Namun demikian, dengan adanya kebijakan era normal baru dinilai tidak terlalu sustainable bagi bumi. Pasalnya, berbagai peningkatan kebutuhan terhadap masker sekali pakai, kantong plastik, dan barang dari plastik sulit ditekan. Kondisi ini meningkatkan cemaran limbah plastik di laut.

“Berbagai kandungan polutan pada plastik dapat masuk ke dalam ikan, wilayah tercemar. Ketika dikonsumsi oleh manusia, maka akan berdampak pada sistem tubuh manusia. Baik itu sistem saraf, ginjal, sistem pencernaan, hingga sistem ekskresi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr Puji mengatakan, cemaran plastik juga berbahaya bagi keberlangsungan kehidupan berbagai spesies laut. Akibatnya, perubahan habitat hingga perubahan fisiologi spesies laut terjadi. Bahkan, kepunahan beberapa spesies mungkin tidak dapat dihindarkan.

Menurutnya, manusia membutuhkan perubahan cara pandang. Perspektif baru dalam melihat dunia ini dibutuhkan karena sesungguhnya semua makhluk hidup berada pada garis yang sama.

“Manusia perlu melihat krisis iklim secara holistik antara biodiversitas dan masyarakat, sehingga dapat bekerjasama sebagai tim dalam mengatasi permasalahan ini, karena berdampak semua makhluk hidup secara global,” jelas Dr Puji Rianti.

Ia pun menekankan, gaya hidup berkelanjutan perlu didorong agar setidaknya secara lokal pencemaran tersebut dapat ditekan. Ia menyebut, generasi muda dapat menerapkan gaya hidup berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari misalnya gaya hidup 3R (Reuse, Reduce, and Recycle).

Dr Puji juga mengatakan, salah satu cara lain memerangi krisis iklim yakni dengan bergabung dalam The Climate Reality Project. Melalui gerakan tersebut, generasi muda dapat menggunakan suaranya untuk menyerukan isu perubahan iklim kepada masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *