BogorUpdate.com – Jokowi Macan Asia (JMA) menggelar helatan Diskusi Kebangsaan Peran Pemerintah dalam rangka mencegah hoax, Fitnah, Sara, dan Radikalisme demi stabilitas Nasional guna mensosialisakan kepada para simpatisan agar di media sosial di era zaman digital sekarang ini harus benar-benar cerdas dan pintar dalam menerima informasi dari manapun juga dan harus berani menangkal serta menolak hoak yang nantinya akan mengganggu stabilitas keamanan nasional.
Acara yang di selenggarakan, di Green Garden Cafe Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, dihadiri 100 undangan dari simpatisan Ormas Relawan Jokowi Macan Asia (JMA) dari berbagai daerah, relawan Bravo 5, JPKP, Pengurus dan Anggota Badan Sosial Lintas Agama (BASOLIA), Relawan SAJOJO, Relawan Jokowi 2 Periode (J2P).
Merasa prihatin akan kejadian akhir akhir ini dimana bangsa kita mulai pecah belah karena hoak, fitnah dan radikalisme, karena itu perlu mensosialisasikan semangat persatuan dan kesatuan, semangat nasionalisme kebangsaan Indonesia
“Narasumber akan memberikan nasionalisme kebangsaan bukan untuk kepentingan dari partai mana pun namun untuk mempertebal Semangat nasionalisme Indonesia. Karena banyak penyusup asing yang masuk untuk menghancurkan akar budaya kita yang cinta damai, yang akan membuat negara kita hancur, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh,” ujar Ketua Umum JMA Drs Amin Minhan, SH saat memberikan Kata sambutan.
Sementara itu, penasehat JMA Gus Sholeh menuturkan, kegiatan helatan diskusi kebangsaan saat ini merupakan hal yang penting karena dapat membuat bangsa kita mempunyai karater building yang kuat tidak membuat bangsa Indonesia menjadi hancur.
“Indonesia memiliki karater building PBNU yakni, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan un Undang Undang Dasar 1945, namun disaat era sekarang banyak kepentingan pribadi golongan masuk dan dibuat politisasi sehingga membuat negara kita hancur. Inilah pentingnya kegiatan diskusi kebangsaan ini diadakan,” tuturnya disela-sela kegiatan.
Dia menambahkan, di era kepemimpinan pemerintahan Jokowi lah karakter Building di Indonesia kembali diperkuat dengan membubarkan HTI dengan kembali membuka era reformasi di buka lebar lebar.
“Seperti kita ketahui kelompok kelompok baru yang salah satunya yaitu HTI, Ikhwanul muslimin dan yang lainnya, hendak mengubah bangsa kita dengan negara agama. Kekuatan kelompok mereka sangat besar, mereka mengharamkan birokrasi tapi masuk diwilayah demokrasi, demi tercapai terwujutnya mimpi mereka yaitu tegaknya khilafah,” ungkap Gus Soleh.
Lanjutnya, kelompok kelompok itu yang suka menebarkan hoax kemasyarakat, untuk membuat masyarakat cemas dan takut serta terprovokasi karena isu isu yang di gulirkan kemasyarakat ada yang berkedok agama sehingga akan mengganggu kerukunan umat beragama dan berdampak dapat merusak, memecah belah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Saya mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan informasi dari berita bohong yang tidak benar alias hoax, yang tidak jelas sumbernya, karena informasi dan berita Hoax sengaja diluncurkan oleh kelompok tertentu untuk mempropagandakan berbagai berita hoax untuk kepentingan politik yang dapat menimbulkan opini berlebihan ditengah masyarakat luas dan akhirnya menimbulkan kegaduhan yang berdampak pada terganggunya stabilitas keamanan nasional dan dapat merubah ideologi Bangsa dan memecah belah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tandasnya Gus Soleh. (Rie)
Editor : Tobing
