Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Kades Banyuresmi Cigudeg Dituntut Mundur, Ketua RW: Kami Jadi Korban

×

Kades Banyuresmi Cigudeg Dituntut Mundur, Ketua RW: Kami Jadi Korban

Sebarkan artikel ini

Forkompimcam, BPD, RT/RW dan tokoh masyarakat datangi Kantor Kecamatan Cigudeg, Pada Kamis (13/7/23).

Cigudeg, BogorUpdate.com – Kisruh persoalan di Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg terkait ada beberapa tuntutan warga, diantaranya soal Dana Desa (DD) yang belum terealisasi sehingga menghambat pembangunan dan juga terkait domisili seorang Kepala Desa (Kades) nya sehingga berpengaruh terhadap pelayanan.

Menindaklanjuti kekisruhan sebelumnya, hari ini Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Badan Permusyawaratan Desa (BPD) RT dan RW hingga tokoh masyarakat datangi Kantor Kecamatan Cigudeg, Pada Kamis (13/7/23) Pagi tadi.

Menurut Ketua RW 05 Kampung Ciawi, Upen mengatakan saat rapat berlangsung, kekacauan yang terjadi di lingkungan Desa salah satunya adanya ketidakjelasan semenjak Kades tersebut menjabat.

“Kami menanggapi kepala desa, kami teliti bahwa kepala desa sudah 3 tahun tidak ada bagusnya, saya sekaligus mewakili RT RW yang sudah dirapatkan sebelumnya,” kata Upen.

Upen menegaskan, tidak ada kata maaf lagi dari masyarakat yang menuntut kepala Desa untuk mundur dari jabatannya, karena merasa warga pun sudah menjadi korban.

“Kita sudah tidak ada kata maaf, karena kami jadi korban yang tidak merasakan pembangunan. Sebelumnya sudah janji mau dibangun tapi hanya janji saja, kalau kepala desa ingin maju, maka saya sendiri terpaksa yang mundur menjadi ketua RW,” tegas Upen.

Sebelumnya diberitakan, Kisruh persoalan di Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg terkait ada beberapa tuntutan warga, diantaranya soal Dana Desa (DD) yang belum terealisasi sehingga menghambat pembangunan dan juga terkait domisili seorang Kepala Desanya sehingga berpengaruh terhadap pelayanan.

Hal itu diungkapkan, Kasie Pemerintahan Kecamatan Cigudeg, Heri Yusuf membenarkan bahwa awalnya ada kegiatan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pada Jumat 7 Juli 2023 lalu di Aula Desa Banyuresmi.

“Hari rabunya BPD nya mengirim surat karena tupoksinya memang BPD, agenda BPD itu untuk musyawarah terkait pembangunan yang belum terealisasikan terhadap kinerja kepala desa awalnya,” kata Heri Yusuf saat dikonfirmasi wartawan, pada Selasa (11/7/23).

Heri Yusuf mengatakan, kemudian warga mempertanyakan ketidak hadiran kepala desanya. Padahal, pemangku kebijakan ada di kepala desa.

“Justru kemaren itu informasinya kesitu karena tidak hadir jadi emosi warga. Jadi, kemana mana menuntut untuk mengundurkan diri setelah diskusi berjalan,” katanya.

Menurut Hery Yusuf, jangan kan wartawan yang hendak melakukan kegiatan jurnalistiknya, pihak Kecamatan Cigudeg pun kesulitan menghubungi seorang Kepala Desa Banyuresmi itu.

“Jangankan wartawan kami pihak kecamatan pun sulit menghubunginya sulit ditemui,” katanya.

Diketahui hingga saat ini, rapat masih berlangsung selama tiga jam lebih sejak pagi tadi, dan belum ada putusan apapun tentang rapat tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *