Cisarua, BogorUpdate.com – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Mabes Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, meninjau langsung kesiapan pengamanan dan rekayasa lalu lintas Operasi Lilin Lodaya 2025 di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Didampingi jajaran Korlantas, perwakilan Kemenhub, Jasa Raharja, dan seluruh stakeholder terkait, Agus memastikan seluruh skenario pengendalian arus telah siap dilakukan untuk menghadapi libur Natal dan Tahun Baru.
Agus mengungkapkan, survei lapangan dilakukan mulai dari ruas tol hingga jalur Puncak untuk memastikan seluruh titik krusial dapat diantisipasi dengan baik. Ia menyebut kesiapan kolaborasi lintas wilayah Polres Bogor, Polres Bogor Kota, Polres Cianjur hingga jajaran wilayah Sukabumi dan Garut menjadi kunci kelancaran arus selama Nataru.
“Kawasan Gadog hingga Puncak selalu menjadi titik padat. Weekend saja sudah macet, apalagi nanti saat libur panjang. Karena itu skenario seperti one way dan kontra-flow tetap disiapkan,” paparnya.
Ia menegaskan, pola rekayasa akan dievaluasi dari pengalaman tahun sebelumnya, disesuaikan dengan kondisi lapangan. Tahun ini, beberapa wilayah juga telah melakukan inovasi. Kabupaten Bogor misalnya, menurunkan relawan pengaturan lalu lintas yang telah mendapatkan pelatihan khusus untuk membantu petugas mengatur kepadatan di jalur wisata.
Agus menjelaskan, Mabes Polri menyiapkan pengamanan dengan membagi fokus pada empat klaster besar: 1. Ruas jalan tol dan arteri, termasuk jalan provinsi, kabupaten, serta jalur alternatif. 2. Pelabuhan utama, seperti Merak, Bakauheni, dan Gilimanuk, dengan skenario penanganan kondisi normal, kuning, hingga merah. 3. Kawasan wisata, termasuk jalur menuju Puncak serta destinasi di Jawa Barat lainnya. 4. Tempat ibadah, untuk memastikan pelaksanaan ibadah Natal dan pergantian tahun berlangsung aman.
“Negara harus hadir memastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, dan tidak ada gangguan menonjol,” tegasnya.
Polri juga menyiapkan langkah kontinjensi menghadapi cuaca ekstrem, seperti tanah longsor dan banjir. “Di setiap titik rawan sudah disiapkan derek, tim urai, dan personel tambahan,” ujar Agus.
Tol Naik 12,2 Persen Kakorlantas menyebut, pergerakan masyarakat pada periode Nataru diprediksi mencapai 191 juta orang. Adapun kendaraan di jalan tol diperkirakan melonjak 12,2 persen, atau setara 2,9 juta kendaraan keluar Jakarta menuju berbagai arah—Merak, Sumatra, Bandung hingga Trans Jawa. Sementara arus baliknya diproyeksi mencapai 2,8 juta kendaraan.
Untuk jalur Puncak, peningkatan kendaraan diprediksi terjadi namun tidak setinggi musim mudik Lebaran. Terkait masalah kemacetan parah di kawasan Gadog sepanjang 2025, Agus menegaskan bahwa kajian teknis proyek jangka panjang seperti flyover atau underpass sudah dibahas pemerintah pusat, namun tidak dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
“Untuk tahun ini, targetnya tidak ada macet total. Hanya perlambatan dan antrean yang tetap bisa dikelola,” jelasnya.
Agus menutup peninjauan dengan mengajak masyarakat berdoa agar perayaan Natal dan Tahun Baru berlangsung aman, nyaman, dan penuh kegembiraan. “Kami sudah siapkan semuanya. Tinggal masyarakat menjaga kedisiplinan demi keselamatan bersama,” ujarnya. (Abizar)













