Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeHukum & KriminalNews

Kapolda Jabar Pantau Arus Lalu Lintas di Simpang Gadog, Apresiasi Polres Bogor Hadirkan Pos Unik

×

Kapolda Jabar Pantau Arus Lalu Lintas di Simpang Gadog, Apresiasi Polres Bogor Hadirkan Pos Unik

Sebarkan artikel ini

Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan saat memantau Arus Lalu Lintas di Simpang Gadog dan foto bersama jurnalis Bogor, Senin (23/3/26). (Abizar/Bogorupdate)

Ciawi, BogorUpdate.com – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, turun langsung meninjau kondisi arus lalu lintas di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, pada Senin siang (23/3/26). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pengaturan lalu lintas di jalur wisata Puncak berjalan optimal selama libur panjang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Di lokasi, Kapolda menegaskan bahwa Simpang Gadog merupakan titik krusial yang menjadi pintu utama keluar-masuk kendaraan menuju kawasan Puncak, baik dari arah Jakarta maupun sebaliknya.

“Gadog ini adalah pintu wisata ke arah Puncak dan juga menjadi jalur keluar menuju Jakarta,” ujarnya.

Selain memantau arus kendaraan, Kapolda juga mengapresiasi inovasi jajaran Polres Bogor yang menghadirkan pos terpadu dengan konsep unik. Pos tersebut dirancang dengan nuansa Aladdin, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan, tetapi juga menjadi tempat istirahat sekaligus hiburan bagi para wisatawan.

“Pos ini didesain dengan nuansa Aladdin, sehingga selain sebagai pos pelayanan, juga menjadi wahana hiburan. Masyarakat bisa beristirahat dengan nyaman saat menunggu rekayasa lalu lintas,” jelasnya.

Dalam pengaturan arus kendaraan, Kapolda memastikan bahwa penerapan sistem one way dilakukan secara terukur dan berbasis data. Salah satu indikator utama yang digunakan adalah jumlah kendaraan yang keluar dari Gerbang Tol Ciawi menuju jalur Puncak.

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga memanfaatkan kawasan Gunung Mas sebagai titik penampungan kendaraan sementara saat rekayasa lalu lintas diberlakukan dari arah bawah.

“Jika kapasitas di Gunung Mas sudah mencapai sekitar 2.500 hingga 3.000 kendaraan, maka akan dilakukan rekayasa sebaliknya. Kendaraan dari bawah dihentikan sementara, lalu kendaraan dari Puncak diberi prioritas turun,” paparnya.

Menariknya, dalam upaya mengurai kemacetan, kepolisian juga melibatkan masyarakat. Warga yang sebelumnya dikenal sebagai “pak ogah” kini diberdayakan menjadi sukarelawan pengatur lalu lintas atau supeltas.

“Mereka sekarang membantu polisi mengarahkan jalur yang benar, tidak lagi berpihak kepada pengendara tertentu. Ini penting untuk mencegah kemacetan yang tidak terkendali,” tegasnya.

Selain kelancaran arus, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama. Kapolda memastikan seluruh jajaran di lapangan telah diinstruksikan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan. Ia juga menegaskan komitmen untuk meniadakan praktik pungutan liar di kawasan wisata.

“Kami pastikan tidak ada pungli di tempat-tempat wisata, sehingga masyarakat bisa berlibur dengan nyaman,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas masyarakat di Jawa Barat saat ini didominasi oleh wisata dan mudik lokal antar daerah. Sejumlah destinasi seperti Puncak, Cianjur, Sukabumi, Pangandaran, Garut, hingga kawasan pegunungan seperti Lembang dan Ciwidey menjadi tujuan favorit selama libur Lebaran.

Kapolda juga menyebut adanya peningkatan signifikan volume kendaraan sejak pagi hari. Tercatat, sekitar 83 ribu kendaraan keluar-masuk kawasan Puncak pada hari sebelumnya.

Untuk mengurai kepadatan, sejumlah ruas tol fungsional turut dioperasikan, seperti Japek II Selatan dan Bocimi Seksi 3, guna mendistribusikan arus kendaraan agar tidak menumpuk di satu titik.

Sementara itu, arus di jalur arteri selatan juga terpantau padat, terutama di wilayah Nagreg, Limbangan, dan Gentong. Meski demikian, kondisi lalu lintas masih tergolong lancar berkat rekayasa yang dilakukan secara situasional.

“Padat tapi lancar, karena kita lakukan rekayasa lalu lintas secara situasional,” tambahnya.

Terkait arus balik, Kapolda memprediksi akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24-25 Maret dan 27-28 Maret 2026. Pihak kepolisian akan terus berkoordinasi dengan Korlantas Polri dan Mabes Polri untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan penerapan one way nasional.

“Kami mengutamakan keselamatan pengendara agar masyarakat bisa berlibur dengan selamat dan kembali ke rumah dengan aman,” pungkasnya. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *