Gunung Putri, BogorUpdate.com – Kepala Desa (Kades) Gunung Putri, Daman Huri melakukan sidak pembakaran sampah diduga limbah berbahaya milik PT Pop Can Utama yang terletak di RT 04 RW 02, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (25/6/22).
Sidak yang dilakukan Kades Gunung Putri tersebut didampingi juga oleh pengurus lingkungan dan perangkat Desa, Ketua BPD dan LPM.
Dalam sidak itu, ditemukan tungku pembakaran yang sedang beroperasi dan mengeluarkan asap hitam dan berbau yang patut diduga limbah B3.
“Setelah mendapatkan laporan dan aduan warga RT 04 RW 02, Desa Gunung Putri mengenai adanya pembakaran sampah di dalam area pabrik yang dibelakangnya padat penduduk dan diduga limbah yang dibakar adalah bahan bahan bercampur limbah beracun, maka kami dari pihak Desa langsung melakukan Sidak ke Perusahaan,” kata Daman Huri kepada BogorUpdate.com.
Kades menambahkan, kecurigaan warga bahwa yang dibakar adalah limbah berbahaya, lantaran asap yang dikeluarkan dari tungku tersebut mengeluarkan bau tidak sedap. Bahkan beberapa warga mengalami sesak nafas saat menghirup asap dari pembakaran itu.
“Hal ini dibuktikan dengan bau dan sesak pernapasan warga,” tegas Heri sapaan akrabnya itu.
Heri menambahkan, pihaknya sempat mendapat penolakan dari pihak perusahaan saat akan melakukan sidak. Bahkan situasi memanas lantaran pihak security tidak mengizinkan pemdes Gunung Putri masuk kedalam perusahaan.
“Dalam sidak tersebut sempat terjadi adu argumentasi memanas akibat tidak persuasifnya pihak security dan personalia perusahaan,” ungkapnya.
Saat ini, sambung Heri, pihak lingkungan yang di wakili oleh ketua RW 02, Syamsuddin dan ketua RT 04 sebagai perwakilan warga menyampaikan surat pernyataan keberatan warga atas keberadaan aktifitas pembakaran sampah di dalam perusahaan.
“Pihak pemerintahan Desa melayangkan surat undangan ke pihak Direksi untuk hadir di kantor Desa Gunungputri pada hari Senin tanggal 27 Juni 2022 dan akan diteruskan permasalahan ini ke pihak terkait Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor,” tandasnya.













