Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeHukum & KriminalPemerintahan

Komisi III Janji Bakal Sidak ke Proyek Pembangunan Gedung Instalasi Bedah RSUD Cibinong

×

Komisi III Janji Bakal Sidak ke Proyek Pembangunan Gedung Instalasi Bedah RSUD Cibinong

Sebarkan artikel ini

CIBINONG – BOGORUPDATE
Adanya indikasi kecurangan dalam mega proyek pembangunan gedung Instalasi Bedah central Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, dengan menghabiskan anggaran mencapai Rp 65.505.000.000, hal itu terus menuai kritikan pedas dari berbagai kalangan.

Pasalnya, dalam pelaksaannya tersebut diduga jika PT Himindo Citra Mandiri sebagai piha pelaksana disinyalir berbuat curang lantaran dalam pengerjaan tidak sesuai dengan RAB, dimana untuk pemasangan kolom praktis yang seharusnya menggunakan 12/12 centimeter mutu beton K175 slump (12+2) besi 4d8,d6-150.

Ternyata peraktisnya, sangat berbeda besi bagian tulangannya yang diduga diperkecil bagian cincinnya dari D6, diganti menjadi ukuran D4.

Menanggapi itu, ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Wawan Haikal Kurdi menegaskan jika dalam pembangunan ruang Bedah Instalasi yang diperuntukkan bagi RSUD dan masyarakat tentunya pihak Konsultan pengawas yakni PT BENNATIN SURYA CIPTA, harus memposisikan sebagai pengawas pembangunan tersebut.

“Jika ada indikasi tersebut, tentunya yang menjadi utama konsultan pengawas harus memposisikan sebagai pengawas pembangunan tersebut. Jika ada masalah seperti dugaan sekarang ini, tentu harus cepat ditindak tegas,” kata kang Wawan sapaan akrabnya kepada BogorUpdate.com, Senin (14/8/2017).

Politisi partai Golongan Karya ini juga berjanji, jika pihaknya di parlemen tingkat daerah Kabupaten Bogor akan mengagendakan Inspekso Mendadak (Sidak) dalam waktu dekat.

“Komisi III di DPRD Kabupaten Bogor, akan lihat secara langsung kegiatan tersebut, dan sebelum kami kesana saya meminta jika pembangunan itu harus sesuai dengan perencanaan,” tegasnya.

Sebelumnya, menurut salah satu seorang petinggi dan sekaligus bagian teknik PT Himindi Citra Mandiri selaku pihak pelaksana pembangunan tersebut, Aan saat dimintai keterangan mengenai pemakaian besi kolom praktis berbeda dengan RAB, dirinya mengaku bahwa untuk pemakaian tulang kolom praktis U24, dikonversikan menjadi U50, sebanding dengan m6 waremash.

Namun saat dilontarkan pertanyaan besi pengikat Tulangan atau bagian cincin, mengapa diganti yang seharusnya memakai ukuran D6 namum dipasang D4.

“Untuk perihal itu, maaf saya tidak bisa menjelaskankan,” kilahnya. (Rul)

 

 

Editor: Effendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *