BogorUpdate.com – Untuk mengevakuasi 16 KK korban rumah ambruk di Kampung Gudang, Camat Bogor Tengah bekerjasama denga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendirikan posko pengungsian.
Namun, Camat Bogor Tengah Agustian Syach mengatakan bahwa korban tidak mau mengungsi di posko dan malah mereka ikut tinggal di rumah saudara-saudaranya.
“Posko terbuka telah dibangun, tapi korban memilih tinggal dirumah kerabatnya. Padahal petugas kami dengan BPBD siap di posko,” kata Agus
Bagi warga yang rumahnya ambruk, pihaknya juga telah meminta warga agar pindah ke rusun.
Mantan Kabid Dalops Pol PP Kota Bogor itu mengaku, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada warga di daerah rawan longsor untuk mewaspadai timbulnya bencana. Terlebih di Kampung Gudang yang notabenenya padat penduduk.
Bahkan, pihaknya juga bekerjasama dengan BPBD untuk membentuk kelurahan tanggap bencana. Yaitu memberikan pelatihan-pelatihan kebencanaan kepada warga di kelurahan rawan bencana.
Ia menegaskan, warga yang menjadi korban tidak membangun kembali rumahnya lantaran bisa mengancam nyawa. Sebagai solusinya ia telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) dan Dinas PUPR untuk menuyediakan tempat relokasi.
“Kami akan koordinasi perihal rencana relokasi tempat tinggal korban, sementara kami nanti tawarkan di rusunawa,” tandas Agus. (As)
Editor : Tobing
