Bogor, BogorUpdate.com, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah bersiap mengantisipasi bencan yang kemungkinan terjadi pada tahun ini. Salah satunya dengan memasang dua unit Early Warning System Flood atau sistem peringatan dini banjir di dua titik.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Dimas Tiko mengatakan, kedua alat itu telah terpasang di dua titik, yakni wilayah Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan dan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah.
“Ini bentuk peringatan dini kepada masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di sekitaran bantaran sungai agar lebih mawas diri,” ungkap dia.
Selain pemasangan alat peringatan banjir, Pemkot Bogor telah menggalakan mitigasi non struktur, yakni berupa penanaman pohon di daerah yang dianggap rawan bencana. Penanaman ini sendiri diharapkan bisa menjadi TPT alamiah untuk menopang lerengan.
Menurut dia, langkah ini perlu dilakukan untuk mengatasi kemungkinan potensi bencana. Apalagi, berdasarkan catatan BPBD Kota Bogor sejak awal Januari 2026 hingga 18 Januari 2026 telah terjadi 37 bencana di daerah tersebut, mulai dari banjir lintasan, tanah longsor hingga pohon tumbang.
Setidaknya, ada dua kecamatan di Kota Bogor yang masuk dalam zona merah rawan bencana. Kedua daerah tersebut, adalah Kecamatan Bogor Selatan dan Bogor Barat. Menurut Dimas, bancana yang terjadi di awal tahun 2026 ini tersebar di hampir seluruh kecamatan, dengan rincian banjir 1 kejadian, tanah longsor 5 kejadian, cuaca ekstrem 28 kejadian dan 3 bencana lainnya.
Sementara, dari bencana-bencana tersebut sebanyak 23 rumah terdampak dengan rincian 20 unit rusak sedang dan 3 rusak ringan. “Alhamdulillah tidak ada laporan korban jiwa, hanya saja bencana yang terjadi dalam kurun waktu itu tercatat 51 kepala keluarga (KK) da 157 jiwa terdampak, di mana empat orang mengalami luka ringan,” kata dia.(ayu)













