
BogorUpdate.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bogor terus melakukan pemdampingan atas kasus penyekapan dan penyiksaan 7 anak di Villa Taman Khoerul Ummah Jalan Assogiri RT 05 RW 04, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor
Kepala Bidang Cyber Crime dan Pornografi KPAI Kota Bogor Sumedi mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan baik terhadap proses hukumnya maupun pemulihan psikologi anak-anak yang menjadi korban penyekapan.
“Ya, atas proses hukumnya kami kawal dan lakukan pengawasan,” kata Sumedi, Kamis (01/11/18).
Masih kata Medi, dirinya telah melihat proses keadilannya yang ditangani Polsekta Bogor Utara. Dan menurutnya dari kedua belah pihak memang telah ada sepakat perdamaian.
Tetapi lanjut dia, satu dari tujuh orang tua korban yang mengadukan kejadian tersebut ke Polisi tidak setuju berdamai dan ingin proses hukumnya dilanjut.
Untuk itu pihaknya siap mendampingi dan mengawal proses tahapan penanganan hukumnya hingga tuntas.
“Kalau dia mau kembali melaporkan sebagai lembaga negara KPAI siap melakukan pendampingan,” ujarnya.
Mengenai psikologi para korban, pihaknya juga terus melakukan pendampingan, setelah dilakukan observasi para korban tidak mengalami trauma berat.
“Tapi kami mengajak warga untuk datang ke KPAI untuk melakukan terapi observasi lebih lanjut, untuk memulihkan traumatik si anak,” jelas dia.
Dikonfirmasi, Wakapolsek Bogor Utara AKP Landjar Guntoro mengatakan, berkaitan dengan peristiwa adanya tujuh anak yang diikat dan ada unsur kekerasan tapi tidak menimbulkan luka sudah kita tangani dan sekarang sedang di proses.
“Ya memang yang beruhungan dengan kekerasan anak ini emosional masyarakat sangat antusias, makanya kasusnya kita akan dalami,” ujar Wakapolsek.
Masih kata dia, meski masalahnya hanya kenakalan anak, tapi tindakan terhadap para korban diperlakukan seperti orang dewasa. “Kalaun dilihat dari perlakuanya hanya diikat karena takut anak itu kabur, tapi kita belum bisa menyimpulkan karena belum semua diperiksa,” jelasnya.
Menurutnya, keterangan saksi tersebut baru sepintas dan belum bisa disimpulkan. “Sekarang kita proses pemanggilan saksi-saksi yang mayoritas para orang tua korban. Namun kita juga akan panggil saksi lain dari tetangga korban yang mengetahui kejadian tersebut, jadi harap sabar ya tunggu prosesnya,” tandasnya.
Sebelumnya, ibu salah satu korban Nurhayati mengatakan, dirinya mengetahui kejadian dari penjaga TK. Bahwa dia (penjaga TK-red) melihat anak-anak disekap dan disiksa. Lalu dirinya minta pertolongan sama pak RT setempat.
“Saya kaget dan minta tolong sama pak RT bahwa anak-anak lagi di pukulin disekap,” ujarnya.
Masih kata dia, warga yang mendengar info tersebut langsung pada lari menuju lokasi. Karena pintu gerbangnya di kunci maka satu per satu warga menaiki pintu gerbang untuk masuk.
“Korban rizky Pratama di tampar, dijambak, tendang kaki, tendang kepala, disiram air kolam,” katanya. (As)
Editor : Tobing







