Sukamakmur, BogorUpdate.com
Proyek peningkatan jalan Sukamamur-Sukawangi dengan nilai kontrak Rp 2.292.457.530,49 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor itu menuai kritikan dari Masyarakat. Hal itu terjadi lantaran proyek yang dikerjakan oleh CV. Cipta Karyatama tersebut dinilai lamban dan menimbulkan kemacetan parah.
Menurut warga Sukamakmur, Rudi (32) mengatakan, saat ini pengerjaan proyek tersebut sudah memasuki pelebaran jalan dengan menggali di kedua sisi jalan utama. Namun yang membuat warga sedikit kesal karena sering terjadinya kemacetan parah apalagi ketika musim liburan tiba, karena jalan menjadi sempit. Apalagi jalan itu merupakan akses utama menuju tempat wisata yang ada di Kecamatan Sukamakmur.

“Kalau masalah peningkatan jalan kita selaku warga Sukamakmur berterimakasih karena selama ini hal itu yang ditunggu. Namun sistem pengerjaan oleh kontraktor seharusnya bisa diakali misalnya dibuatkan pelebaran diselesaikan satu sisi dulu, kemudian satu sisinya lagi setelah pengerjaan pelebaran yang satunya sudah kering. Jadi jalan masih bisa digunakan sepenuhnya dan tidak akan menimbulkan kemacetan,” paparnya kepada Bogorupdate.com, Selasa (3/11/20).
Rudi menambahkan, dibeberapa bagian pelebaran jalan, pengurugan dilakukan dengan bebatuan bukan menggunakan beton atau coran. Namun dia tidak tahu pasti apakah di dalam perencanaannya seperti itu atau malah sebaliknya. “Ada di beberapa bagian ditutup kembali hanya menggunakan batu. Padahal seharusnya menggunakan beton, saya sih berharap agar proses pengerjaannya bisa sesuai dan disesuaikan dengan kondisi jalan yang memang ramai karena akses utama menuju tempat wisata,” ungkapnya.
Sementara itu saat dikonfirmasi, Kasubag TU UPT PUPR Jonggol, Irwan mengatakan, pihaknya sudah melakukan peneguran kepada kontraktor terkait banyaknya aduan dari warga. “Untuk pekerjaan peningkatan jalan sukamamur -sukawangi telah kami lakukan peneguran terhadap kegiatan pelebaran jalan tersebut,” singkatnya.
(Jis/Bing)








