
BOGORUPDATE.COM – Saat ini, isu-isu terkait pembangunan berkelanjutan, pengelolaan sumber daya terpadu dan pengembangan industri 4.0 sedang ramai diperbincangkan oleh publik. Kesadaran masyarakat akan memainkan peran penting. Sesuai dengan perkembangan teknologi, hampir seluruh aspek yang dibangun dan dikelola membuat aspek lingkungan yang sesuai dengan kebijakan.
Hal tersebut dituturkan oleh Rafialwan Atariq Subing selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (Himasper FPIK), Universitas IPB saat menjalani Seminar Festival Air 2019 yang digelar di Kampus IPB, Dramaga Bogor, belum lama ini.
Festival Air 2019 adalah acara yang digelar oleh Himasper FPIK IPB University untuk mengenalkan pentingnya penerapan aspek konservasi dalam pembangunan dan pengelolaan sumber daya perikanan. Uniknya, acara yang bertajuk “Konservasi Kehidupan Akuatik untuk Indonesia 4.0” ini menghimbau untuk seluruh peserta seminar agar membawa tumblr sendiri dan tidak diperbolehkan membawa masuk plastik ke dalam ruangan seminar.
“Dengan membawa tumblr dan tanpa plastik berarti peserta sudah diajak untuk mengambil bagian dalam bantuan yang dapat dimulai dari hal kecil,” tutur Naufal Hawali Bastaman selaku Ketua Pelaksana Festival Air 2019.
FPIC, Universitas IPB, Dr Ir Fredinan Yulianda menyetujui bahwa udara tidak dapat berdiri sendiri. Ada Sumberdaya dalam dan beragamnya yang bisa dimanfaatkan. Pemanfaatan Sumberdaya Konservasi yang ada dapat dilakukan untuk pembangunan dan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, kontribusi yang dilakukan sesuai dengan proporsi. Contohnya, ikan sebagai sumber protein dari perairan. Hampir seluruh persediaan ikan digunakan, ukuran besar yang diambil semakin hari semakin kecil.
Ir. Agung Kuswandono, MA, Deputi II Bidang Koordinasi Sumberdaya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenkomar) selaku keynote speaker mengatakan banyak hal yang harus diperbaiki dalam hubungan lingkungan agar tetap lestari. “Jangan saling menyalahkan. Mulai berubah dari diri sendiri untuk membantu terwujudnya perubahan positif yang holistik dan terpadu,” katanya.
Selain itu, Miftachur Robani selaku Chief Marketing Officer dari Lindungihutan.com juga mengatakan bahwa sebagai manusia yang hidup di muka bumi, kita jangan abai. Karakter peduli Lingkungan menjadi penting dimiliki oleh masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa yang memiliki andil besar dalam pembangunan bangsa.
Sementara itu figur publik yang merupakan salah satu Duta Lingkungan Hidup, Tasya Kamila juga berbagi pengalamannya dalam belajar tentang lingkungan. Awal belajar Lingkungan karena didaulat menteri sebagai duta. Setelah banyak belajar, Tasya Kamila menuturkan bahwa memiliki peran yang penting dalam kelestarian Lingkungan sebagai masyarakat. Alam sangat erat hubungannya dengan masyarakat.
Selain seminar, Festival Air 2019 memiliki kompetisi antara lain Green Belt Conservation, expo, lomba karya tulis ilmiah, fotografi, poster untuk mahasiswa, dan lomba memproduksi untuk anak-anak. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dengan maksud mengampanyekan gema ganti lintas. (AD / Zul)
Editor : Endi | Humas IPB







