Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeKesehatanNews

Mengapa Kangkung Jarang Ditemui dalam Menu Pasien Rumah Sakit? Simak Penjelasan Ahli Gizi IPB University

×

Mengapa Kangkung Jarang Ditemui dalam Menu Pasien Rumah Sakit? Simak Penjelasan Ahli Gizi IPB University

Sebarkan artikel ini
Thai Water Convolvulus,Pile of Water Spinach or Ipomoea Aquatica in wooden plate

Ilustrasi kangkung. (Pixabay)

Kesehatan, BogorUpdate.com – Kangkung merupakan salah satu sayuran yang populer dan mudah ditemukan di masyarakat. Namun, pernahkah kita bertanya mengapa sayuran berdaun hijau ini jarang ditemui dalam menu pasien rumah sakit?

Dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Hana Fitria Navratilova, SGz, MSc, PhD, menjelaskan bahwa pemilihan menu di fasilitas pelayanan kesehatan dilakukan secara selektif. Hal itu guna memastikan keamanan pangan serta kesesuaian gizi bagi berbagai kondisi klinis pasien.

Dr Hana menjelaskan, alasan kangkung jarang disajikan bukan semata-mata karena kekhawatiran terhadap kontaminan. Ada alasan praktis lain kenapa kangkung jarang digunakan di dalam menu makanan rumah sakit.

“Secara umum sayuran berdaun memang jarang disajikan pada menu rumah sakit karena selain alasan praktis seperti penyimpanan dan pengolahan, juga sayuran berdaun cenderung tinggi purin,” ujarnya melansir laman IPB, Selasa (17/2/26).

Selain purin, kandungan oksalat dan nitrat pada sayuran berdaun juga menjadi pertimbangan pembatasan konsumsi bagi pasien rawat inap.

Menurut Dr Hana, sayuran berdaun harus segera diolah setelah diterima karena tidak dapat disimpan lama. Oleh karena itu, rumah sakit cenderung memilih jenis sayur yang aman dikonsumsi oleh mayoritas pasien serta lebih mudah dalam pengelolaan. “Jadi bukan alasan kontaminan,” tegasnya.

Dijelaskannya, logam berat bersifat kontaminan. Apabila dikonsumsi melebihi batas aman dan dalam jangka waktu lama, tubuh tidak lagi mampu menetralkan dan membuang dari sistem tubuh. Pada akhirnya menimbulkan gangguan ginjal, hati, bahkan kanker.

Ia menyebut, kontaminasi logam berat tidak terbatas hanya pada kangkung, tapi bisa dari pangan lain seperti beras dan seafood.

Meski kangkung bisa berasal dari sumber terkontrol seperti hidroponik dan telah lolos uji keamanan, standar diet rumah sakit tetap mengutamakan jenis sayur yang aman bagi sebagian besar pasien.

“Sayuran berdaun mengalami penyusutan volume signifikan setelah dimasak sehingga kurang ideal saat penyajian. Karena itu, sayuran berdaun, tidak terbatas kangkung, jarang digunakan di rumah sakit,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *