Sukajaya, BogorUpdate.com
Miris, setelah Muhammad Oji (6) Warga Babakan Sipayung penderita Gizi Buruk, kini kembali ditemukan penderita saraf otak yang dialami Siva (14) warga Kampung Kompa 2, RT 02/02 Desa Sipayung Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor.
Anih (44) ibu kandung Siva mengatakan, bahwa anaknya menderita saraf otak dari sejak lahir dan setelah dibawa ke RSUD Leuwiliang kemudian pihak rumah sakit menyatakan bahwa Siva menderita penyakit Saraf otak.
“Siva menderita sakit saraf otak dari sejak lahir hingga sekarang,” kata Anih kepada wartawan saat ditemui dirumah nya, Senin (5/4/21).
Anih menjelaskan, karena tubuhnya terlihat kaku, Siva anak kedua dari dua bersaudara setiap harinya tak lepas dari gendongan sang ibu.” Setiap hari harus digendong terus kalau didiemin ya nangis,” imbuhnya.
Bahkan dengan kondisi itu, ketika waktu sudah menjelang malam Siva tak bisa tidur.” Dari malam hingga pagi, Siva hanya bisa tidur paling lama 3 jam,” keluhnya.
Anih menyebutkan, anak tercintanya sudah dibawa kerumah sakit mana saja akan tetapi hingga sekarang tak kunjung sembuh. “Tidak ada perubahan meski Siva sudah ditangani dirumah sakit manapun,” tandasnya.
“Dengan segala keterbatasan ekonomi, kami hanya bisa pasrah semoga ada keajaiban allah SWT bisa menyembuhkan anak kami,” harapnya.
Selama usia Siva, sudah 14 tahun ini, Siva tak bisa ditinggal dan harus digendong terus. “Paling ditinggal hanya waktu sholat aja,” lirih Anih dengan nada sedihnya.
Sambil terbata bata, Anih bercerita bahkan sekitar tujuh tahun lalu, ia sempat menggadaikan rumahnya untuk tambahan biaya pengobatan anaknya.
“Untuk biaya pengobatan Siva, waktu itu rumah kami digadaikan sebesar 2 juta untuk pengobatan ke RSUD Cibinong,” ucapnya.
Bantuan yang diterima dari Puskesmas dan pemerintah setempat selama 6 tahun hanya pemberian makanan seperti biskuit.” Hanya biskuit, setelah itu tak ada lagi,” akunya.
Dengan kerja sebagai pedagang bakso keliling suami saya hanya berpenghasilan tak menentu. “Mudah-mudahan saja ada bantuan pemerintah untuk meringankan kebutuhan Siva, seperi Sun atau madu,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sipayung Iyus, saat dikonfirmasi, mengaku permasalahan warga nya Siva yang menderita sakit saraf otak yang sudah 14 tahun itu, sudah diketahui sebelumnya, dan pihak Pemerintah desa akan melakukan penanganan untuk dibawa ke RSUD Leuwiliang.
“Dalam waktu dekat ini kami akan tangani untuk dibawa ke RSUD,” ujarnya.
“Seandainya tidak bersedia ditangani untuk dibawa ke RSUD, maka pihak keluarga Siva harus bikin penolakan secara tertulis,” ungkapnya menambahkan.
Padahal, kata Iyus, Muhamad Oji yang mengalami gizi buruk, begitu juga Siva yang menderita dari bawaan lahir, itu kejadiannya sudah lama. “Sebelum kami menjabat kades masalah itu sudah lama ada, dan kami anggap kami hanya kena getahnya,” kata Iyus.
Menurutnya, pihaknya akan membantu dan tidak diam. “Bahkan sudah diprioritaskan orang tua Siva, Anih untuk dimasukan kuota bantuan BLT-DD tahun 2021 ini,” paparnya.
Terpisah, Kepala Puskesmas Sukajaya Darwin Navis menyatakan, bahwa pihaknya sudah berupaya dalam penanganan Muhamad Oji penderita gizi buruk serta Siva yang di vonis mengidap penyakit saraf otak.
“Meski kami baru menjabat Kepala Puskesmas di Sukajaya, tetapi masalah ini bersama bidan desa maupun dengan pihak lainnya sudah kami tangani sesuai SOP,” tuturnya.
“Adapun untuk penanganan Siva permasalahannya faktor ekonomi nya lemah, itu ranah nya Pemerintah Desa, Dinsos serta Dinas ketahanan pangan, jadi jelas ini tanggung jawab bersama lintas sektoral penangannya,” tutupnya.
(Gus/Bing)






