Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. (Foto: Abizar)
Kota Bogor, BogorUpdate.com – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan museum yang berkaitan dengan Kerajaan Pajajaran kini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan.
Dengan demikian, harapan panjang warga Bogor untuk memiliki Museum Pajajaran akhirnya mulai menemukan titik terang.
“Menunggu sekian lama ya, untuk memastikan apakah kita bisa tidak ya membuat sebuah museum yang dikaitkan dengan Kerajaan Pajajaran. Ternyata jawabannya hari ini,” ujar Dedie.
“Pak Menteri hadir ke Bogor, beliau akan membantu mulai dari FGD, kemudian juga storyline, sampai dengan artefaknya,” sambungnya.
Dedie menjelaskan, kehadiran Menteri Kebudayaan menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Bogor. Sebelumnya, kata dia, pihaknya sempat ragu karena artefak-artefak peninggalan sejarah Kerajaan Pajajaran merupakan milik pemerintah pusat.
“Nah sebelumnya terus terang, Kota Bogor tidak percaya diri, karena artefaknya kan tentu milik dari Kementerian Kebudayaan, milik pemerintah pusat. Tetapi dengan kehadiran beliau, menguatkan pemerintah kota Bogor untuk terus bersinergi, berkolaborasi, mewujudkan Museum Pajajaran sebagai salah satu kebanggaan warga Jawa Barat,” tutur Dedie.
Lebih lanjut, Dedie menyebut bahwa dukungan dari kementerian tidak hanya sebatas penyusunan storyline dan artefak, tetapi juga termasuk dukungan anggaran dan kolaborasi lintas lembaga. Salah satu langkah konkret yang direncanakan adalah integrasi situs Batu Tulis sebagai bagian utama dari museum tersebut.
“Alhamdulillah, tadi seperti yang disampaikan, bukan hanya artefak, bukan hanya FGD, bukan hanya storyline, tetapi juga ada anggaran yang bisa nanti dikolaborasikan, bagaimana mengintegrasikan antara Batu Tulis sebagai situs yang memang sudah ada. Ini menjadi modal kita bersama untuk percaya diri menyatakan bahwa InsyaAllah suatu saat Museum Pajajaran akan terwujud di Kota Bogor,” ucapnya.
Dedie pun optimistis proyek tersebut dapat mulai terwujud pada tahun depan, sebagaimana arahan dari Menteri Kebudayaan.
“InsyaAllah tahun depan. Jangan lama-lama,” pungkasnya. (Abizar)













