Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaEkobisHomeNews

Nah Loh! BPH Migas Bakal Turun ke SPBU Wanaherang

×

Nah Loh! BPH Migas Bakal Turun ke SPBU Wanaherang

Sebarkan artikel ini

SPBU Wanaherang. (Ist)

Gunung putri, BogorUpdate.com – Anggota Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Tri Hartanto mengaku pihaknya bakal melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan penyelewengan bahan bakar bersubsidi jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di jalan Mercedez Benz, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

“Kita akan adakan lidik tentang adanya diduga penyelewengan bahan bakar subsidi jenis Pertalite di stasiun pengisian bahan bakar SPBU Wanaherang,” katanya kepada Bogorupdate.com, Jum’at (14/4/23).

Jika terbukti adanya kongkalikong dengan pengawas SPBU Wanaherang, lanjut Tri, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas terhadap SPBU tersebut.

“Jika memang terbukti adanya kongkalikong dengan pengawas kita tidak segan memberikan Sanksi berupa pemblokiran kuota pengisian bahan bakar subsidi di SPBU yang bermasalah,” tegasnyam

Diberitakan sebelumnya, Diam-diam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Wanaherang, yang berada dijalan raya Mercedes Benz desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, melayani pengisian BBM subsidi jenis pertalite secara berlebih, Rabu (5/4/23).

Pantauan Bogorupdate.com dilokasi, terlihat beberapa kendaraan bermotor jenis Suzuki thunder wara-wiri mengisi bahan bakar jenis pertalite yang diduga untuk dijual kembali dengan cara diecer.

Saat diwawancarai, dengan gamblang salah satu pengendara Suzuki thunder mengaku, bahwa dirinya hanya 2 kali mengisi dan telah berkoordinasi dengan petugas SPBU Wanaherang tersebut.

“Saya cuma dua balik bang, sedangkan saya sudah kasih uang cor ke petugas SPBU,” kilahnya.

Sementara pengawas SPBU Erwan menegaskan, bahwa pihaknya sangat melarang keras baik terhadap karyawan maupun para pelaku untuk tidak diperbolehkan mengisi bahan bakar bersubsidi seperti pertalite secara berlebih, bahkan untuk kembali diperjual belikan.

“Pihak SPBU melarang keras praktik seperti itu, bahkan pihak karyawan juga sudah saya himbau,” jelasnya.

Erwan juga mengaku pihak SPBU tidak mengetahui kegiatan pembelian bahan bakar pertalite secara berlebih di lokasi SPBU-nya.

“Tidak tahu kegiatan seperti itu biasanya pake jerigen, tapi sudah dilarang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *