Bogor RayaHomePendidikan

PB HMI Gelar Sekolah Pimpinan HMI di Bogor

 

BogorUpdate.com – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) menggelar Sekolah Pimpinan HMI Tahun 2018 di New Panjang Jiwo Resort, Cikeas, Sukaraja, Kabupaten Bogor, 1-5 Oktober 2018.

 

Kegiatan pelatihan ini diperuntukkan bagi para ketua umum cabang HMI, ketua umum Kohati HMI dan Badan Koordinasi (Badko) se-Indonesia dengan tujuan agar kedepan mereka memiliki kompetensi dalam mengelola organisasi sesuai dengan mandat dan tujuan HMI.

 

“Tujuan dari Sekolah Pimpinan HMI ini agar kader memiliki keterampilan dan profesionalisme dalam bidang manajerial, kepemimpinan dan keorganisasian,” kata Ketua Bidang Pembinaan Anggota PB HMI, Helmy Yunan Ihnaton.

 

Menurutnya, setiap peserta yang telah menyelesaikan Sekolah Pimpinan HMI ini diharapkan mampu mengimplementasi visi dan arah gerakan PB HMI secara sempurna di setiap cabang dan badko.

 

Selain itu, kader juga diharapkan mampu memetakan, menganalisis, dan mengurai permasalahan di masyarakat, untuk kemudian merumuskan rekomendasi kebijakan sebagai solusi yang tepat.

 

“Seringkali kita gagal mengurai dan memetakan masalah, sehingga solusi yang dibuat tidak relevan dengan masalah. Maka dari itu, kemampuan membaca dan menganalisis permasalahan sangatlah dibutuhkan,” ujarnya.

 

Menyinggung tema kegiatan “Satu Abad Indonesia – HMI Mempersiapkan Youth National Leader di Era Bonus Demografi 2020-2030”, Ketua Umum PB HMI, Respiratori Saddam Al-Jihad menjelaskan, bahwa bonus demografi merupakan tantangan yang generasi milenial saat ini, sehingga dibutuhkan spirit kepemimpinan agar bonus demografi ini dapat digunakan untuk membangun bangsa dan negara.

 

“Dari 10% masyarakat Indonesia yang mengenyam bangku perkuliahan, hanya 2% yang menjadi aktivis dan terbanyak adalah HMI. Oleh karenanya HMI secara esensial berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembangunan manusia, salah satunya dengan cara mendelegasikan calon pemimpin masa depan Indonesia”, ujar Saddam.

 

Dengan adanya Sekolah Pimpinan HMI ini kata Saddam, diharapkan dapat membangun modal sosial (social capital) dengan memperkuat nilai-nilai persaudaraan diantara ketua umum HMI cabang dan badko, meneguhkan visi dan mengkonsolidasikan gagasan bersama serta menerjemahkan visi youth government dalam memberikan solusi terhadap kehidupan politik kenegaraan. (Rie)

 

 

 

 

Editor : Tobing

Exit mobile version